Thailand Siap Jadi Pemasok Beras RI Sekaligus Tambah Impor Pupuk Urea

Sedang Trending 49 menit yang lalu
Presiden Prabowo Subianto (kanan) menyaksikan Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul menandatangani kitab tamu saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menawarkan sejumlah kerja sama baru di bagian ketahanan pangan saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8). Dua poin utama nan disorot adalah rencana Thailand memasok beras berbobot tinggi ke Indonesia, serta niat Bangkok memperbesar impor pupuk urea dari Tanah Air.

Anutin menegaskan Thailand siap menjadi mitra nan dapat diandalkan bagi Indonesia dalam perihal pangan. "Di bagian beras, Thailand siap menjadi pemasok beras berbobot tinggi nan dapat diandalkan untuk Indonesia," ujar Anutin.

Selain beras, Anutin juga meminta support Indonesia untuk membuka lebih banyak impor produk pertanian Thailand, seperti daging, susu, dan mesin-mesin pertanian.

Di sisi lain, Thailand juga menyampaikan kemauan untuk memperbesar impor pupuk urea dari Indonesia sebagai corak kerja sama nan saling menguntungkan. Anutin mengungkapkan volume impor urea dari Indonesia saat ini baru berkisar 60.000 ton per tahun, dan pihaknya berambisi nomor ini bisa melonjak signifikan.

"Kami juga mau mengimpor lebih banyak pupuk urea dari Indonesia. Bahwa kita dapat meningkatkan volume produksi saat ini dari sekitar 60.000 ton per tahun menjadi ratusan ribu ton per tahun," kata Anutin.

Tawaran kerja sama pangan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemitraan strategis kedua negara, nan telah diumumkan sejak kunjungan Presiden Prabowo ke Thailand tahun lalu. Selain rumor pangan, pertemuan kedua pemimpin turut membahas beragam bagian lain, mulai dari perdagangan, investasi, energi, hingga pertahanan dan keamanan.

Dengan populasi campuran lebih dari 350 juta jiwa, Indonesia dan Thailand dinilai mempunyai potensi besar untuk memperluas kerja sama di sektor pangan, termasuk perikanan dan industri halal, guna memperkuat ketahanan pangan area ASEAN.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan