Di kembali kesuksesan Tesla Model 3, sejumlah fitur futuristis nan sempat dipamerkan pada prototipe awal rupanya tidak pernah datang di jenis produksi massal.(Not a Tesla App)
SATU dasawarsa setelah pertama kali diperkenalkan ke publik, Tesla Model 3 tetap dikenang sebagai salah satu mobil listrik paling berpengaruh dalam sejarah industri otomotif. Kendaraan ini tidak hanya membantu mempopulerkan mobil listrik di pasar massal, tetapi juga mendorong perubahan besar dalam langkah produsen mobil mengembangkan perangkat lunak, sistem keselamatan, dan pembaruan kendaraan melalui internet.
Namun di kembali kesuksesan tersebut, rupanya ada sejumlah fitur menarik nan sempat diperlihatkan pada prototipe awal Model 3 tetapi tidak pernah datang pada jenis produksi massal.
Saat Tesla memperkenalkan Model 3 pada 31 Maret 2016, perusahaan menampilkan visi sebuah sedan listrik terjangkau nan bakal menjadi kendaraan masa depan. Akan tetapi, ketika mobil tersebut akhirnya diproduksi dan dikirim ke pelanggan, beberapa komponen kreasi kudu dihilangkan demi menyederhanakan proses manufaktur dan menekan biaya produksi.
Gagang Pintu Otomatis nan Hilang
Salah satu perbedaan paling mencolok terdapat pada bagian eksterior.
Prototipe Model 3 menggunakan gagang pintu otomatis nan dapat keluar secara elektrik saat pemilik kendaraan mendekat, mirip seperti nan digunakan pada Model S. Namun fitur tersebut tidak pernah masuk ke jenis produksi.
Sebagai gantinya, Tesla memilih kreasi gagang pintu nan lebih sederhana dan murah untuk diproduksi, ialah model rata dengan sistem tekan-putar nan tetap digunakan pada Model 3 hingga saat ini. Keputusan tersebut diambil untuk membantu Tesla mencapai sasaran nilai nan lebih terjangkau bagi konsumen.
Interior Putih nan Lebih Futuristis
Di bagian kabin, kreasi awal Model 3 juga terlihat berbeda dibandingkan jenis nan akhirnya dijual ke pasar.
Prototipe menampilkan interior serba putih dengan nuansa minimalis nan jauh lebih dominan. Panel pintu, trim interior, hingga beberapa bagian kabin lainnya menggunakan warna putih terang nan memberikan kesan futuristis.
Sementara itu, jenis produksi menggunakan kombinasi warna nan lebih sederhana dan praktis agar lebih mudah diproduksi dalam jumlah besar.
Bagian konsol tengah juga mengalami perubahan. Pada prototipe awal, Tesla menampilkan kreasi konsol tertutup dengan penutup unik untuk area cup holder. Konsep tersebut akhirnya tidak digunakan pada Model 3 produksi, meski belakangan kreasi serupa kembali muncul pada beberapa kendaraan Tesla generasi terbaru.
Setir Tanpa Tombol Gulir
Fitur unik lain nan sempat muncul pada tahap prototipe adalah kreasi roda kemudi nan sangat sederhana.
Jika Model 3 saat ini menggunakan dua tombol gulir multifungsi di sisi kiri dan kanan setir, prototipe awal justru tidak mempunyai tombol tersebut. Tesla sempat menampilkan setir dengan kreasi polos dan minimalis sebelum akhirnya mengubahnya untuk argumen fungsionalitas.
Tampilan Layar nan Sangat Berbeda
Bukan hanya kreasi bentuk nan berubah, perangkat lunak Tesla juga mengalami transformasi besar sebelum Model 3 resmi dipasarkan. Antarmuka pengguna alias user interface (UI) pada prototipe awal mempunyai tampilan nan jauh berbeda dari nan dikenal pengguna saat ini.
Pada jenis konsep, nyaris seluruh layar digunakan untuk menampilkan peta navigasi. Speedometer ditempatkan di bagian atas peta, sementara pemutar musik berada dalam panel vertikal di sisi kanan layar.
Desain tersebut mengingatkan pada antarmuka nan digunakan pada Model S dan Model X generasi awal. Ketika Model 3 mulai dikirim ke pelanggan, Tesla melakukan perombakan besar. Perusahaan menambahkan visualisasi kendaraan di sisi kiri layar, memindahkan peta ke bagian kanan, serta menata ulang beragam komponen agar lebih mudah digunakan saat berkendara.
Masa Depan Model 3
Sepuluh tahun setelah debutnya, posisi Model 3 dalam jejeran produk Tesla juga mengalami perubahan. Setelah Tesla menghentikan pemesanan Model S dan Model X di sejumlah pasar, konsentrasi perusahaan sekarang semakin tertuju pada Model 3 dan Model Y sebagai tulang punggung upaya kendaraan penumpangnya.
Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah petinggi Tesla juga mengisyaratkan kemungkinan hadirnya jenis performa tinggi baru dari Model 3. Wakil Presiden Teknik Tesla, Lars Moravy, apalagi sempat menyinggung kesempatan lahirnya Model 3 Plaid dengan konfigurasi tiga motor listrik.
Selain peningkatan performa, pembaruan kreasi nan terinspirasi dari robotaxi Cybercab juga disebut-sebut sedang dipertimbangkan untuk model-model Tesla di masa depan.
Meski begitu, prototipe Model 3 nan diperkenalkan pada 2016 tetap menjadi pengingat menarik tentang gimana sebuah kendaraan revolusioner berkembang dari konsep awal hingga menjadi salah satu mobil listrik paling sukses di dunia. (Not a Tesla App/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·