Kemenperin: Tak Ada Rencana PHK Perusahaan Komponen Otomotif di Jawa Timur

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi wiring alias perkabelan industri otomotif. Foto: asharkyu/Shutterstock

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) merespons berita miring mengenai industri otomotif nasional. Beredar rumor nan menyebut bahwa dua pabrik komponen otomotif besar di Jawa Timur bakal angkat kaki ke Vietnam sekaligus melakukan PHK.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita langsung memerintahkan jejeran Ditjen ILMATE untuk mengusut kebenaran info tersebut. Langkah taktis ini diambil demi menjaga stabilitas suasana investasi dan ketenangan rantai pasok manufaktur di tanah air.

Setelah dilakukan penelusuran lapangan, Kemenperin menegaskan bahwa rumor tersebut sepenuhnya tidak benar. Fasilitas produksi kedua perusahaan nan masing-masing berada di Pasuruan dan Mojokerto itu dipastikan tetap beraksi normal seperti biasa.

“Fasilitas produksi PT JAI dan PT SAI tetap beraksi secara normal di Indonesia dan tetap menjalankan aktivitas produksi sebagaimana biasanya. Belum ada rencana relokasi akomodasi produksi dua perusahaan industri tersebut dari Indonesia ke Vietnam,” ujar Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief, dalam keterangan resminya.

Ilustrasi aktivitas produksi komponen kendaraan di pabrik mobil. Foto: Dok. Istimewa

Pihak manajemen dari kedua perusahaan komponen tersebut juga telah mengonfirmasi bahwa tidak ada gejolak ketenagakerjaan. Isu pengurangan tenaga kerja alias pemutusan hubungan kerja (PHK) imbas rumor relokasi dipastikan nihil.

“Begitu juga dengan rumor PHK, pihak perusahaan juga menyatakan bahwa tidak ada pengurangan tenaga kerja ataupun PHK pada akomodasi produksi mereka,” tambah Febri.

Rumor tersebut sempat memicu kekhawatiran dari para mitra upaya global. Sejumlah buyer dan supplier PT JAI dan PT SAI mengaku terkejut dan sempat mempertanyakan komitmen jangka panjang perjanjian kerja sama dengan kedua perusahaan komponen berbasis di Jepang tersebut.

Padahal, rekam jejak investasi PT JAI dan PT SAI di Indonesia tergolong sangat masif dengan nomor mencapai lebih dari Rp 1,9 triliun. Komitmen investasi jumbo ini menjadi tulang punggung krusial dalam memperkuat struktur rantai pasok otomotif domestik.

Ilustrasi aktivitas produksi di pabrik mobil. Foto: dok. Suzuki Indomobil Sales

Performa performa industri keduanya juga tercatat sangat impresif sepanjang Triwulan I-2026. PT SAI sukses mengapalkan 1,2 juta unit komponen, sementara PT JAI menorehkan nomor produksi hingga 1,6 juta unit komponen.

Menariknya, seluruh hasil produksi dari kedua pabrik komponen ini didedikasikan penuh untuk pasar global. Dengan orientasi ekspor nan menyentuh nomor 100 persen, peran mereka sangat krusial bagi devisa sektor manufaktur nasional.

Guna mengantisipasi akibat jelek dari hoaks serupa di masa depan, Menperin menginstruksikan jajarannya untuk memperketat pengawasan berkala. Langkah mitigasi sigap bakal terus disiapkan pemerintah demi menjamin kepastian pasar, stabilitas produksi, serta perlindungan tenaga kerja.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan