Perampokan sadis terhadap seorang kasir perusahaan di Desa Kiyap Jaya, Bandar Sei Kijang, Pelalawan, Riau terungkap kurang dari 12 jam. Foto selfie wajah korban nan berdarah-darah menjadi petunjuk awal terungkapnya kasus perampokan tersebut.
Peristiwa tersebut terjadi di sebuah instansi pencairan simpan pinjam di Jalan Lintas Timur Km 43, pada Rabu, 17 Juni 2026. Sore itu, korban wanita inisial PT (25) sedang santuy di kantornya.
Tiba-tiba datang pelaku menodongkan gunting dan menikam korban acapkali hingga korban tidak berdaya. Pelaku lantas mengambil duit Rp 76 juga di brankas instansi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim Satreskrim Polres Pelalawan bergerak sigap mengungkap kasus perampokan sadis nan melukai wanita inisial PT (25), kasir perusahaan di Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan, Riau. Pelaku, Jodi Alfandi (27) ditangkap kurang dari 12 jam setelah kejadian, tepatnya pada Kamis awal hari, 18 Juni 2026.
"Pelaku sukses kami identifikasi dan amankan dalam waktu kurang dari 12 jam setelah kejadian," ujar Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara, dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).
Awal Mula Perampokan
Pelaku nan diketahui berjulukan Jodi Alfanidi (27) saat itu datang sendiri dengan motor ke instansi tersebut. Awalnya dia pura-pura numpang ke toilet sembari memandang situasi.
"Pukul 14.00 WIB, pelaku datang memantau situasi. Setelah tahu korban seorang diri, pelaku berpura-pura menumpang ke toilet dan mencuri sebuah gunting bergagang kuning dari meja luar untuk dijadikan senjata," kata Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP Bayu Ramadhan Effendi, dalam keterangannya, Jumat (19/6).
Berselang sekitar dua jam kemudian, tepatnya pukul 16.50 WIB, pelaku datang kembali ke instansi nan pintunya terbuka. Seketika itu pelaku menakut-nakuti dan menodongkan gunting memaksa korban untuk menyerahkan kunci brankas.
"Namun korban menolak dan berteriak meminta pertolongan, sehingga tersangka melakukan kekerasan terhadap korban dengan langkah memiting, menjatuhkan ke lantai, menginjak kepala, menendang serta menusuk korban secara berulang menggunakan gunting hingga gunting bengkok dan melukai jari tangan tersangka," jelasnya.
Tak hanya itu, tersangka juga memukul korban dengan kipas angin. Dalam kondisi gelap mata, pelaku lampau mengambil obeng di atas meja kasir dan menusuk korban acapkali hingga bersimbah darah.
"Korban saat itu dalam keadaan lemas, lampau tersangka meminta korban untuk menyerahkan kunci brankas tempat penyimpanan uang," imbuhnya.
Setelah sukses merampas kunci brankas, pelaku menggasak duit tunai sekitar Rp 76 juta dari dalam brankas. Sebelum kabur, pelaku sempat mencuci tangannya nan terluka di toilet, lampau merusak kamera CCTV teras depan dengan batu.
Foto Selfie Korban Berdarah-darah
Setelah pelaku kabur dengan membawa duit dari brankas, korban sekuat tenaga meraih ponselnya. Dia kemudian mengirimkan foto selfie dengan wajah berdarah-darah kepada temannya, meminta pertolongan.
"Setelah pelaku kabur, korban dalam keadaan lemas berupaya duduk di bangku kasir dan mengirim foto selfie wajah bergelimang darah kepada rekan kerjanya via WA dengan mengirimkan chat 'Tolong Gung saya mau dibunuh'," kata Bayu.
Polres Pelalawan menangkap perampok sadis nan menusuk kasir perusahaan Foto: Polres Pelalawan menangkap perampok sadis nan menusuk kasir perusahaan. (dok. Istimewa)
Tak lama kemudian rekan korban berjulukan Agung datang berbareng saksi Harun Effendi. Namun, sesampai di instansi posisi pintu tertutup namun saksi tidak berani masuk lampau saksi menghubungi penduduk sekitar.
"Dan setelah datang penduduk sekitar, barulah saksi masuk dan memandang ruangan kasir sudah terbuka pintu dan dilihat darah sudah berceceran di lantai dan korban posisinya duduk dengan kepala terbaring di meja separuh sadar dengan sekujur tubuhnya bergelimang darah," jelasnya.
Korban kemudian dibawa ke RS Efarina Pangkalan Kerinci. Di saat bersamaan, Agung menghubungi call center Polri 110 melaporkan peristiwa perampokan tersebut.
Pengejaran Dramatis Tersangka
Pelarian perampok sadis nan menikam kasir perusahaan di Pelalawan, Riau, berhujung singkat. Pelaku, Jodi Alfandi (27), bisa ditangkap dalam tempo kurang dari 24 jam.
Pengejaran pelaku berjalan dramatis. Pelaku sempat menabrak polisi hingga akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas di bagian kaki.
Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP Bayu Ramadhan Effendi mengatakan timnya langsung melakukan pengejaran setelah menerima laporan perampokan di Jalan Lintas Timur Km 43, Desa Kiyap Jaya, Kecamatan Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan pada Rabu (17/6) sore.
"Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan CCTV di sekitar lokasi, kami akhirnya mendapatkan identitas nan berkepentingan berjulukan Jodi Alfandi," kata Bayu dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).
Perampok sadis di Pelalawan, Riau dilumpuhkan di kaki lantaran melawan polisi saat hendak ditangkap, Kamis (18/6/2026). Foto: dok. Istimewa
Pada Kamis (18/6) sekitar pukul 03.30 WIB, tim mendapatkan info bahwa pelaku sedang dalam perjalanan dari Pekanbaru ke Bandara Seikijang. Mendapatkan info tersebut, tim langsung melakukan pengejaran.
"Kemudian pelaku melintas dan tim berupaya memberhentikan pelaku, namun pelaku melajukan kendaraannya dan hendak menabrak salah satu petugas," kata dia.
Tak mau buruannya melarikan diri, polisi kemudian memberikan tembakan terukur setelah peringatan tak diindahkan oleh pelaku. Pelaku pun sukses diamankan setelah dilumpuhkan timah panas di kakinya.
"Karena pelaku melakukan perlawanan, sehingga tim melakukan tindakan tegas terukur dan sukses melumpuhkan pelaku," ujarnya.
Polisi kemudian melakukan penangkapan dan penggeladahan. Hasil penggeledahan ditemukan duit tunai Rp 36.370.000 ada padanya.
Motif Pelaku Terjerat Pinjol
Polisi menangkap perampok sadis nan menusuk wanita inisial PT (25), kasir perusahaan di Kabupaten Pelalawan, Riau. Pelaku, Jodi Alfanidi (25), rupanya merupakan pekerja honorer di sebuah sekolah dasar (SD), nan mengaku merampok lantaran terjerat pinjaman online (pinjol).
"Motif sementara nan kami peroleh dari hasil pemeriksaan adalah aspek ekonomi. Pelaku mengaku terlilit utang, termasuk utang pinjaman online, dan memerlukan duit untuk memenuhi kebutuhan pribadi," kata Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara, dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).
Jodi ditangkap dalam perjalanan menuju Bandar Sei Kijang pada Kamis (18/6) awal hari alias kurang dari 12 jam setelah melakukan perampokan pada Rabu (17/2) siang.
(mea/wnv)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·