Jakarta, CNBC Indonesia - Kebakaran padang rumput nan menewaskan sedikitnya empat tentara di pangkalan militer Kanada bagian barat pada Sabtu lampau dipicu oleh latihan militer menggunakan granat aktif. Hal itu disampaikan seorang pejabat senior pertahanan Kanada pada Kamis (22/10/2026) waktu setempat.
Api dengan sigap menyebar setelah diterpa angin kencang hingga meluas ke beragam area pangkalan Angkatan Darat di Wainwright. Kobaran api membikin puluhan personel militer kewalahan. Insiden ini menjadi salah satu tragedi terbesar nan menimpa militer Kanada pada masa damai.
"Api bermulai di lapangan tembak peluncur granat otomatis ... [api] muncul akibat latihan militer rutin nan sedang berjalan di lapangan tersebut saat itu," kata Brigadir Jenderal Vanessa Hanrahan, sebagaimana dilansir Reuters.
Pihak berkuasa menyebut sebanyak 27 orang tetap menjalani perawatan di rumah sakit. Beberapa di antaranya berada dalam kondisi kritis.
Para korban merupakan tentara aktif dan personil pasukan persediaan nan tengah mempersiapkan penugasan ke Latvia. Negara Eropa tersebut menjadi letak operasi militer internasional terbesar Kanada.
Kebakaran itu terjadi ketika para personel menjalani persiapan untuk misi tersebut. Namun, latihan rutin nan menggunakan granat aktif justru berujung pada kebakaran besar nan menimbulkan korban jiwa dan puluhan orang terluka.
Sebelumnya, Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyebut kejadian itu sebagai salah satu tragedi terburuk pada masa tenteram nan dialami angkatan bersenjata Kanada di dalam negeri. Ia juga memerintahkan agar bendera di gedung-gedung federal dikibarkan separuh tiang untuk menghormati para korban.
"Bangsa ini sedang bersungkawa atas kehilangan anggota-anggota pemberani dari Angkatan Bersenjata kita," kata Carney.
Mayor Jenderal Wade Rutland mengatakan api menyebar dengan sangat sigap ketika para personel sedang menjalani latihan militer. Kebakaran lahan nan terjadi di area training militer itu diperparah oleh angin kencang dengan kecepatan hingga 96 kilometer per jam.
"Saya belum pernah memandang kejadian seperti ini sebelumnya," ujar Rutland, komandan Divisi ke-1 Kanada nan bermarkas di Edmonton.
Para pejabat menyebut kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 16.00 waktu setempat pada Sabtu. Dari 39 orang nan terluka, sebanyak 19 orang dilaporkan berada dalam kondisi kritis. Rutland menggambarkan peristiwa tersebut sebagai kejadian nan "tidak biasa dan berjalan sangat cepat".
(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·