Terungkap! Ini Tantangan Baru Perusahaan Indonesia di Era AI

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

 Terungkap! Ini Tantangan Baru Perusahaan Indonesia di Era AI

Terungkap! Ini Tantangan Baru Perusahaan Indonesia di Era AI (Foto: Freepik)

JAKARTA - Transformasi digital di Indonesia memasuki fase nan semakin matang. Berbagai perusahaan di beragam sektor terus berinvestasi pada kepintaran buatan (AI) dan memperluas prasarana digital. 

Namun, di kembali percepatan tersebut muncul tantangan baru: perusahaan mempunyai lebih banyak info dibandingkan sebelumnya, tetapi semakin susah memahami apa nan sebenarnya terjadi di lingkungan IT mereka secara real time.

Persoalannya bukan lagi kurangnya teknologi alias infrastruktur. Sistem nan semakin kompleks menghasilkan telemetri, log, alert, dan beragam sinyal operasional dalam jumlah besar. Ketika kejadian terjadi, tim IT sering kali memerlukan waktu untuk menghubungkan info tersebut agar dapat menemukan akar penyebab masalah.

Kondisi ini dikenal sebagai operational blind spots alias kesenjangan visibilitas dalam operasional IT. Di era AI, persoalan tersebut tidak lagi sekadar menjadi tantangan teknis, tetapi mulai memengaruhi kecepatan pengambilan keputusan, ketahanan operasional, dan pengalaman pelanggan.

"Banyak organisasi mengira tantangan terbesar mereka adalah kompleksitas. Padahal, nan kami temui di lapangan justru adalah kurangnya visibilitas terhadap keseluruhan lingkungan IT," ujar Technical Manager ManageEngine Indonesia Hanief Bastian dalam keterangannya, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Dia menambahkan, ketika sebuah kejadian terjadi, persoalannya bukan lantaran perusahaan kekurangan data. Tantangannya adalah waktu nan dibutuhkan untuk menghubungkan beragam info nan tersebar sebelum tim betul-betul memahami apa nan sedang terjadi. 

"Sering kali, ketika jawabannya sudah ditemukan, dampaknya sudah telanjur meluas. Karena itu, mengurangi decision latency menjadi semakin penting, terutama ketika upaya semakin berjuntai pada AI dan operasional real time," ujarnya.

Menurut Hanief, investasi AI tidak dapat berdiri sendiri. Organisasi juga perlu memastikan fondasi operasional IT mempunyai tingkat visibilitas nan memadai agar setiap keputusan didasarkan pada info nan utuh, bukan potongan info nan tersebar di beragam sistem.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com