Tersisa Bara dan Gas Beracun Usai Gudang di Jakbar Terbakar Belasan Jam

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Jakarta -

Kebakaran melanda area Pergudangan Miami, Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat. Proses pemadaman berjalan selama belasan jam hingga menyisakan bara dan gas beracun.

Dilansir Antara, Selasa (12/5/2026), kebakaran terjadi pada Senin (11/5) malam, api nan menyurut tak membikin asap berakhir mengepul tinggi ke udara. Petugas pemadam berbareng penduduk pun berjibaku untuk memadamkan kebakaran penyimpanan tersebut.

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, menyebut pihaknya telah menurunkan 20 unit mobil pemadam beserta 100 personel ke lokasi.

"Terima info dari penduduk pukul 20.06 WIB, objek penyimpanan nan terbakar di Kompleks Pergudangan Miami. Pengerahan awal unit dari Sektor Penjaringan, tiba di letak pukul 20.23 WIB," kata Kahfi.

Bunyi dentuman serta kilatan sinar nan diduga akibat korsleting listrik terpantau keluar dari objek kebakaran. Ketua RW 01 Tegal Alur, Madi, mengatakan sedikitnya empat penyimpanan terdampak dalam peristiwa tersebut.

Berisi Tumpukan Paket

Ia menjelaskan letak kebakaran berada di kompleks pergudangan Miami nan memang dipenuhi aktivitas penyimpanan peralatan dan pengedaran logistik. Madi menegaskan gedung nan terbakar kebanyakan merupakan penyimpanan penyimpanan, bukan area produksi pabrik.

"Ya itu penyimpanan paket, empat penyimpanan itu penyimpanan paket, nan jelas penyimpanan paket," ucapnya.

Hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. Selain itu, laporan korban luka ataupun korban jiwa akibat kebakaran tersebut juga belum diketahui lantaran para pekerja di sekitar letak langsung menyelamatkan diri.

"Untuk sementara belum ada, korban belum ada. Alhamdulillah kebetulan pemadam kan dekat nih, sehingga sigap ditangani dari pemadam. Cuma memang saat ini api belum padam," ujar Madi.

Petugas juga memanfaatkan sumber air dari Kali Semonggol nan berada tidak jauh dari letak kejadian.

"Sumber air diambil dari Kali Semonggol. Kebetulan dekat juga dari sini, enggak jauh," kata dia.

Proses Pemadaman Belasan Jam

Proses pemadaman kebakaran penyimpanan berjalan belasan jam. Setelah 15 jam proses pemadaman, damkar menyisir sisa titik api.

"Tersisa asap saja, belum tahu di bawahnya. Biasanya, jika kita tinggal, jadi api lagi. Makanya lama untuk proses pendinginan," kata Kahfi, Selasa (12/5).

Petugas damkar terus menyemprotkan air ke sisa titik api dan mengurai material di dalam penyimpanan untuk memastikan api seluruhnya padam. Sejak dimulai hingga siang ini, proses pemadaman nan dilakukan damkar telah melangkah lebih dari 15 jam.

Dugaan Pemicu Kebakaran

Sebanyak 24 unit mobil dam 120 personel damkar dikerahkan ke letak kebakaran nan luas area terdampaknya sekitar 1.000 meter persegi ini. Dilaporkan ada 4 penyimpanan nan terbakar, ialah penyimpanan plastik, kardus, freon, dan karpet.

"Dugaan sementara (kebakaran disebabkan) korsleting listrik pada mesin produksi penyimpanan freon," katanya.

Tidak ada korban dalam kebakaran ini. Ledakan sempat beberapa kali terjadi saat api tetap menyala semalam.

"Menurut kesaksian saksi, ketika lembur pada pukul 20.00 WIB bunyi ledakan dari penyimpanan freon terdengar 5 kali. Saksi juga memandang ada asap dari penyimpanan freon letak dari samping penyimpanan freon dekat WC, api pun semakin membesar dan saksi melapor ke pos pemadam terdekat," katanya.

Sisa Gas Beracun

Letupan-letupan sempat terjadi di dalam penyimpanan saat pemadam kebakaran (damkar) melakukan proses pendinginan.

"Dari semalam juga tetap ada letupan. Tapi enggak seseram semalam. Kalau sekarang, sih, kecil-kecil gitu. Kalau semalam tuh memang gede ledakannya," kata Kahfi.

Proses pendinginan dilakukan petugas dengan menyemprot air dan mengurai material di dalam penyimpanan untuk memastikan api padam total. Dia menduga letupan tersebut berasal dari tabung-tabung freon alias kaleng gas nan tersimpan di dalam gudang.

"Dugaannya begitu, ledakan itu dari kaleng-kaleng freon sama nan ada gasnya itu," ujar Kahfi.

Selain letupan, dia menyebut proses pendinginan itu terkendala bara api material serta gas beracun. Bara itu berasal dari barang-barang di dalam penyimpanan nan menumpuk sehingga menyimpan panas pada bagian bawahnya.

"Kendalanya itu, tumpukannya banyak, kan itu tingginya peralatan itu nyaris kurang lebih dua meteran. Jadi, panas di dalam tuh tetap ada. Kalau kita mau ini (padamkan total), kan dia kudu diurai, diangkat, baru disemprot," tuturnya.

Petugas terus membanjiri area tersebut dengan air agar bara api di bawah tumpukan itu betul-betul meninggal dan tidak kembali memicu asap alias penyalaan api kembali.

Selain hambatan tumpukan material, petugas juga dihadapkan pada kepulan asap nan diduga mengandung bahan kimia beracun.

"Namanya gas pasti berbisa kan. Kita enggak ada perangkat (deteksinya) itu. Jadi, ya, memang asapnya baunya beda. Jadi, kita pakai breathing apparatus, perangkat bantu pernapasan," katanya.

Akibat pekatnya asap di lokasi, menurut dia, seorang personel pemadam kebakaran dilaporkan sempat mengalami sesak napas saat berupaya menjinakkan api.

"Aman, sih, jika petugas. Cuma satu (orang) sempat sesak napas lantaran terlalu banyak menghirup gas. Sempat dibawa ke RSUD, dikasih oksigen saja terus pulang," ungkap Syaiful.

(rdp/lir)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News