Dian AF
, Jurnalis-Rabu, 13 Mei 2026 |22:00 WIB

Penyebab Motor MotoGP Tidak Pakai Kaca Spion (Foto: Dok Okezone)
MOTOR motogp tidak pakai kaca spion menarik untuk diulas Okezone. Motor konvensional dengan motor motogp sekilas tidak ada perbedaan. Keduanya sama-sama mempunyai dua roda, rem, dan bodi aerodinamis. Hal nan paling mencolok adalah kaca spion.
Yuk, kita telaah mendalam apa saja aspek nan mempengaruhi kenapa motor motogp tidak pakai kaca spion.
Marc Marquez vs Pedro Acos (Foto: KTM Media/Polarity Photo/Rob Gray)
1. Spion Justru Berbahaya, Bukan Melindungi
Teka-teki tidak adanya kaca spion di MotoGP adalah justru demi argumen keselamatan itu sendiri. Kaca spion berpotensi patah dan pecah, menjadi proyektil mini nan tidak hanya membahayakan pembalap nan jatuh, tetapi juga pembalap lain di sekitarnya.
Kaca spion juga dapat menyebabkan masalah ketika pengendara melakukan kontak satu sama lain. Kaca spion bisa menjadi puing-puing di trek. Tak sedikit kejadian dalam balapan di mana winglet aerodinamis telah terlepas dari motor ketika pengendara tidak dapat menghindari kontak.
Pantulan sinar dari kaca spion juga bisa mengganggu penglihatan pembalap, terutama saat motor melaju di bawah sinar mentari langsung alias di bawah pencahayaan sirkuit.
2. Cara Pembalap Melihat ke Belakang
Lantas, gimana para pembalap tahu ada musuh nan sedang mendekat dari belakang? Masing-masing tim menyediakan info krusial balapan seperti jarak waktu, jumlah lap tersisa, hingga siapa musuh di belakang melalui papan info nan dipajang di tembok jalur pit lane.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·