Terkunci dari Luar, Dua Bocah Tewas Terjebak Kebakaran di Surabaya

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Surabaya, CNN Indonesia --

Sebuah rumah di Jalan Simorejo Gang 16 Nomor 4, Kelurahan Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, dilaporkan mengalami kebakaran, Minggu (13/9) sore. Nahasnya peristiwa itu menewaskan dua bocah kakak beradik.

Seorang penduduk setempat, Wawan mengatakan, kebakaran itu terjadi sekitar 15.30 WIB lebih. Penduduk gang tiba-tiba dikejutkan dengan kepulan asap nan terlihat dari bagian genting rumah. Menyadari adanya kebakaran, penduduk langsung berteriak meminta pertolongan.

"Warga awalnya ada nan memandang asap di atap, akhirnya penduduk berteriak minta tolong," ujar Wawan, salah satu penduduk di lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga pun berjibaku berupaya memadamkan api sembari menunggu petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya tiba.

Wawan menyebutkan, rumah nan terbakar itu diketahui milik penduduk berjulukan Moch Kayis Khabibullah. Saat kejadian, tuan rumah dan istrinya disebut sedang pergi takziah. Sementara dua anaknya, Kaffa Bihi Abdillah (7) dan Khotibul Umam (5), ditinggal di rumah.

"Saat kebakaran, korban memang berada di dalam kamar, dikunci dari luar, lantaran orang tuanya sedang pergi takziah," ucap Wawan.

Sementara itu, Kepala DPKP Kota Surabaya Laksita Rini Sevriani menyebutkan, laporan kebakaran pertama kali diterima pihaknya pada pukul 15.38 WIB dari seorang penduduk berjulukan Riski.

Satu menit setelah laporan diterima, tepatnya pukul 15.39 WIB, petugas pemadam kebakaran diberangkatkan menuju lokasi. Petugas kemudian tiba di tempat kejadian pada pukul 15.44 WIB.

DPKP Surabaya setidaknya mengerahkan empat unit mobil tempur dan lima unit tim rescue, terdiri dari tiga unit tempur dari Pos TVRI, satu unit tempur dari Rayon 1 Pasar Turi, empat unit tim rescue, serta satu unit Walang Kadung Rescue.

Unit tim rescue nan tiba di letak langsung melakukan pembasahan lantaran api saat itu sudah padam. Petugas kemudian memasuki rumah untuk memastikan kondisi di dalam sekaligus mencari kemungkinan adanya penunggu nan tetap terjebak.

"Saat petugas tiba kondisi [kebakaran] bilik sudah padam dan hanya memerlukan pembasahan dikarenakan tembok tetap terasa panas," kata Laksita dalam keterangan tertulisnya.

Saat proses pengecekan itulah, petugas dan penduduk menemukan dua anak dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamar. Keduanya adalah Kaffa Bihi Abdillah (7) dan Khotibul Umam (5).

Laksita dalam laporannya mengungkap, kedua bocah itu diduga terjebak di dalam sebuah bilik nan pintunya terkunci dengan rantai.

"Menurut keterangan warga, pintu bilik dikunci dengan mengaitkan rantai pada sisi pintu dan tembok, kunci pintu rantai," ujarnya.

Soal penyebab kebakaran, Laksita menyebut, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik dan exhaust dari kipas angin, lampau api merambat ke kasur hingga membesar.

"Penyebab konsleting listrik, exhaust dan kipas bilik nan terbakar lampau merambat ke kasur," kata Laksita.

Informasi mengenai kondisi kedua korban membikin penduduk nan berada di sekitar letak histeris. Mereka ikut menyaksikan proses pemindahan kedua jenazah. Sementara mobil ambulans disiagakan untuk proses pemindahan jenazah kedua korban.

Penanganan kejadian ini melibatkan sejumlah instansi, ialah DPKP Kota Surabaya, BPBD Kota Surabaya, Posko Terpadu Dukuh Pakis, Puskesmas Simomulyo, serta Polsek Sukomanunggal beserta Tim Inafis Polrestabes Surabaya.

(frd/dal)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional