Terkuak! Ini Isi Rancangan Draf Kesepakatan Damai AS dan Iran

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) dan Iran diklaim sudah mencapai kesepakatan lisan untuk menghentikan perang nan sudah terjadi dalam beberapa waktu ini. Kesepakatan tersebut hanya tinggal menunggu penandatanganan isi draf nan sudah dibicarakan.

Mengutip Reuters, isi kesepakatan tenteram antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mencakup pembukaan aset miliaran dolar Teheran, pelonggaran hukuman minyak dan pembukaan Selat Hormuz.

Dalam rancangan draf nan diperoleh Reuters dari sejumlah sumber, AS disebut bakal mulai membuka akses terhadap miliaran dolar aset Iran nan selama ini dibekukan, serta memberikan pelonggaran hukuman ekspor minyak.

Sebagai imbalannya, Iran membuka kembali Selat Hormuz nan sebelumnya ditutup setelah serangan AS dan Israel pada Februari lalu.

Program nuklir Iran bakal dibahas dalam masa negosiasi selama 60 hari. Washington menginginkan pembongkaran program nuklir Iran dan pemusnahan persediaan uranium nan telah diperkaya tinggi.

Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan Iran mau tetap mempertahankan uranium tersebut dalam corak nan telah diencerkan.

Berdasarkan rancangan nota kesepahaman nan sedang dibahas, Iran bakal membuka kembali Selat Hormuz dan AS menghentikan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Setelah itu, kedua negara bakal melanjutkan negosiasi mengenai program nuklir Teheran nan menjadi argumen utama Washington melancarkan operasi militer sebelumnya.

Seorang pejabat AS mengatakan kesepakatan tersebut memenuhi tujuan utama Presiden Donald Trump dan menempatkan proses negosiasi pada posisi nan sangat baik.

"Kesepakatan ini memenuhi tujuan utama Presiden Trump dan menempatkan negosiasi pada posisi nan sangat baik," ujarnya, dikutip Minggu (14/6/2026).

Pakistan disebut berkedudukan sebagai mediator dalam perundingan tersebut. Sementara itu, sumber Barat menyebut penandatanganan kesepakatan berpotensi dilakukan paling sigap pada Minggu (14/6) dengan Jenewa, Swiss, menjadi letak nan paling mungkin dipilih.

Seorang pejabat senior pemerintahan AS mengatakan kedua negara telah menyepakati rancangan teks perjanjian dan Washington berambisi kesepakatan awal dapat ditandatangani dalam beberapa hari ke depan.

"Kedua pihak telah menyetujui teks tersebut dan kami memperkirakan kesepakatan awal dapat ditandatangani dalam beberapa hari mendatang," kata pejabat AS nan enggan disebutkan namanya, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (13/6).

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi juga mengonfirmasi kemajuan perundingan tersebut. Meski tetap ada kemungkinan perubahan dalam isi kesepakatan, dia menilai hasil sementara menunjukkan Iran keluar sebagai pihak nan lebih kuat.

"Iran adalah pemenang perang dengan AS," kata Araqchi dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran.

Di tengah kemajuan diplomatik itu, ketegangan militer tetap terjadi. Reuters melaporkan pasukan AS menembak jatuh sejumlah drone bunuh diri Iran nan terbang menuju Selat Hormuz lantaran dinilai menakut-nakuti lampau lintas pelayaran komersial.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News