Fakta-fakta Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia usai SpaceX IPO

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Elon Musk saat Konferensi Global Milken Conference 2024 di The Beverly Hilton di Beverly Hills, California, AS, 6 Mei 2024. Foto: REUTERS/David Swanson

Elon Musk resmi menjadi triliuner pertama di muka bumi usai perusahaannya, Space Exploration Technologies Corp alias SpaceX melakukan penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO) senilai USD 75 miliar alias setara Rp 1.333 triliun (kurs Rp 17.775 per dolar AS).

Dikutip dari Bloomberg, Minggu (14/6), saham SpaceX dibuka pada nilai USD 150 per lembar di Nasdaq pada pukul 11.46 waktu New York, alias 11 persen di atas nilai penawaran IPO sebesar USD 135.

Saham tersebut kemudian melonjak hingga mencapai USD 168,75. Kenaikan itu membikin Musk menjadi triliuner pertama di bumi sekaligus mendorong kapitalisasi pasar SpaceX melampaui USD 2 triliun.

Harga saham nan melejit ini menjadikan Musk sebagai triliuner pertama di dunia. Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, kekayaan Musk tercatat sekitar USD 970 miliar pada Kamis (11/6).

Perusahaan Terbuka Terbesar di Dunia

IPO di Nasdaq mendorong valuasi perusahaan tersebut menembus USD 2 triliun pada Jumat (12/6), melampaui kapitalisasi pasar Tesla nan berada di kisaran USD 1,5 triliun. Nilai IPO tersebut langsung menjadikan perusahaan nan bergerak di bagian roket dan satelit itu sebagai salah satu perusahaan publik terbesar di dunia.

“Sulit dipercaya bahwa perusahaan mini nan dimulai di sebuah penyimpanan di El Segundo sekarang bakal melakukan penawaran umum perdana (IPO) terbesar nan pernah ada,” kata Musk dalam siaran langsung di X, dikutip Minggu (14/6).

IPO SpaceX menarik permintaan lebih dari USD 350 miliar dari penanammodal institusional maupun ritel, menurut sumber nan mengetahui proses tersebut. Sekitar 70 persen saham nan dialokasikan kepada penanammodal institusional diberikan kepada penanammodal jangka panjang (long-only investors) dan biaya kekayaan negara (sovereign wealth funds).

BlackRock Inc. disebut berupaya membeli saham senilai sekitar USD 5 miliar dalam IPO tersebut, sementara Dana Investasi Publik Arab Saudi dan Otoritas Investasi Kuwait memesan saham senilai antara USD 1 miliar hingga USD 5 miliar.

“Saat ini hanya ada sekitar 15 perusahaan di bumi nan mempunyai valuasi mencapai USD 1 triliun,” kata penasihat investasi Guardian Wealth Advisors, Rand Millwood.

Investor Tetap Skeptis

Roket Starship 39 milik SpaceX meluncur dari Starbase dalam uji coba penerbangan ke-12, terlihat dari South Padre Island, Texas (22/5/2026). Foto: Ronaldo Schemidt/AFP

Terlepas dari tingginya antusiasme terhadap pencatatan saham SpaceX, banyak penanammodal tetap skeptis bahwa perusahaan nan belum membukukan untung layak memperoleh valuasi sebesar itu.

Dari segi fundamental, penanammodal terlalu terburu-buru,” kata Kepala Riset di Energy Group Capital Group Amanda Lyons.

Dia menambahkan, valuasi berasas metode penjumlahan bagian-bagian upaya (sum-of-the-parts) menurutnya hanya sekitar USD 600 miliar, alias sekitar sepertiga dari kapitalisasi pasar saat IPO.

Besarnya skala debut SpaceX nan belum pernah terjadi sebelumnya turut membikin sistem pasar menjadi lebih kompleks. Kekhawatiran bakal potensi gangguan teknis, seperti nan pernah terjadi pada IPO FB pada 2012, diperkirakan bakal membikin para pelaksana pasar tetap waspada.

Hari pertama perdagangan tidak hanya bakal menentukan sentimen untuk sesi-sesi berikutnya, tetapi juga memengaruhi prospek dua calon IPO besar dari pesaing SpaceX di bagian AI, ialah Anthropic PBC dan OpenAI.

“Ini menandai gelombang IPO nan cukup besar. Pasar modal bersedia membiayai perusahaan-perusahaan luar biasa ini seiring kita membangun prasarana AI,” kata Presiden Goldman Sachs Group Inc., John Waldron.

instagram embed

Banyak fans Musk berambisi SpaceX dapat mencatat pertumbuhan nan setara alias apalagi melampaui Tesla mengingat luasnya ambisi upaya perusahaan tersebut. Namun, SpaceX juga berpotensi menghadapi kekhawatiran valuasi nan selama bertahun-tahun membayangi Tesla.

Sebagai perbandingan, pada hari pertama perdagangan saham Tesla pada 2010, saham perusahaan itu sempat melonjak sekitar 41 persen.

Sejak saat itu, saham Tesla telah melesat sekitar 25.000 persen, jauh melampaui kenaikan 610 persen indeks S&P 500. Namun pada Jumat (12/6), kenaikan saham Tesla hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan pasar secara keseluruhan.

Analis BNP Paribas James Picariello memperkirakan pada April lampau bahwa penanammodal ritel menguasai sekitar 40 persen saham Tesla. Menjelang IPO, penanammodal ritel apalagi telah memasang pesanan pembelian saham SpaceX senilai USD 100 miliar.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan