Jakarta, CNBC Indonesia - Orang super kaya di Indonesia mengalami peningkatan kekayaan nan ekstrem dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan catatan Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menunjukkan bahwa dalam periode 2019-2025 kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia meningkat nyaris dua kali lipat, dari sekitar Rp2.508 triliun menjadi Rp4.651 triliun pada 2026.
"Kekayaan 50 orang terkaya Indonesia setara seperlima PDB Indonesia," tulis Celios dalam laporan Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026, dikutip pada Selasa (28/4/2026).
Dalam laporan tersebut, menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa lebih dari separuh kekayaan golongan super kaya Indonesia berasal dari aktivitas ekstraktif alias pemanfaatan sumber daya alam seperti batu bara, sawit, dan nikel.
Pada periode 2019 hingga 2022, kontribusi sektor daya dan ekstraktif terhadap total kekayaan berada di nomor 39-46%. Kemudian, hingga pada tahun 2026, proporsi kekayaan 50 orang super kaya nan berasal dari sektor ekstraktif melonjak mencapai 57,8%.
Celios memandang adanya ketimpangan kekayaan antara crazy rich Indonesia dengan umumnya penduduk. Selain itu, ketimpangan juga terlihat dari faedah dan 'mudharat' nan diterima oleh masyarakat biasa.
Menurut catatan Celios, Median kekayaan 50 orang super kaya di Indonesia pada 2026 mencapai Rp52,3 miliar, sementara median kekayaan masyarakat hanya Rp84,35 juta. Ke depan, kesenjangannya makin lebar, di mana pada 2050, kekayaan median superkaya diproyeksikan melonjak 106% menjadi Rp107,7 triliun. Sebaliknya, median kekayaan masyarakat hanya naik 20% menjadi Rp101 juta.
"Sektor ekonomi berbasis pemanfaatan sumber daya alam ini menghasilkan untung besar bagi segelintir golongan Super Kaya. Sementara itu, biaya tambahan akibat kerusakan lingkungan justru ditanggung oleh masyarakat," tegasnya.
Dalam laporannya, CELIOS menyebut 50 orang terkaya Indonesia secara statistik hanya mencapai 0,000000174% dari populasi, namun menguasai 18,6% kekayaan milik rakyat Indonesia. Tanpa adanya perubahan struktur ekonomi dan politik, ketimpangan diperkirakan bakal semakin tajam di mana 50 orang terkaya di Indonesia bakal mempunyai kekayaan setara dengan 111 juta masyarakat Indonesia pada 2050.
"Di negeri nan sebagian masyarakat tetap bergulat dengan 'hari ini makan apa', segelintir orang bisa lebih kaya dari 'sultan' Timur Tengah," ucapnya.
CELIOS menemukan bahwa tabungan golongan kaya tumbuh lebih sigap dibandingkan masyarakat kecil. Simpanan jumbo di atas Rp 5 miliar disebut semakin mendominasi 56,45% dari total duit di bank, padahal nyaris seluruh pengguna di Indonesia (sekitar 98,91%) merupakan mereka nan saldonya di bawah Rp 100 juta.
Adapun, struktur simpanan perbankan semakin didominasi oleh golongan pengguna dengan biaya besar sepanjang 2014-2025. Nilai simpanan di atas Rp 5 miliar meningkat tajam dari Rp 1.564 triliun menjadi Rp 5.463 triliun.
"Di samping peningkatan nominal tabungan, proporsi dibandingkan total simpanan juga meningkat dari 43% menjadi 56%, namun tren ini berbeda pada simpanan di bawah Rp 100 juta," ungkap CELIOS.
(haa/haa)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·