Dua pelaut asal India akhirnya kembali ke tanah air setelah melewati perjalanan panjang dan penuh ketakutan akibat perang di Iran nan mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz. REUTERS/Francis Mascarenhas
Tithi Chiranjeevi, pelaut berumur 28 tahun, berbareng rekannya Anant Singh Chauhan, 25 tahun, tiba di Mumbai setelah menempuh perjalanan selama 15 hari melalui Irak, Armenia, dan Dubai. Keduanya sebelumnya terdampar lebih dari sebulan di pelabuhan Khorramshahr, Iran, saat bentrok bersenjata memblokade Selat Hormuz. REUTERS/Francis Mascarenhas
Mereka bekerja di kapal Iran MV ILDA nan mengangkut material bangunan dari Iran menuju Dubai. Namun kapal tersebut terpaksa berakhir beraksi ketika situasi keamanan di area Teluk memburuk akibat serangan rudal dan drone nan terus terjadi di sekitar pelabuhan. REUTERS/Francis Mascarenhas
Chiranjeevi mengatakan dirinya dan awak kapal hidup dalam ketakutan setiap hari lantaran ledakan terjadi sangat dekat dari letak kapal mereka bersandar. “Serangan terjadi sekitar 100 hingga 200 meter dari kapal kami. Setiap malam ada sekitar 10 sampai 20 rudal menghantam area di luar pelabuhan. Tidak ada nan bisa tidur,” ujarnya. REUTERS/Francis Mascarenhas
Situasi semakin susah lantaran jalur komunikasi sempat terputus total. Kondisi itu membikin Chiranjeevi tidak bisa menghubungi ibunya nan tinggal sendirian di kota pesisir Vishakhapatnam, India. REUTERS/Francis Mascarenhas
Meski demikian, rasa syukur tetap mendominasi saat mereka akhirnya kembali memandang kampung halaman. Setibanya di Mumbai, keduanya tampak lega saat memandangi ikon kota seperti Gateway of India dan Taj Mahal Palace Hotel. “India seperti kelahiran kembali bagi kami setelah bisa kembali,” ujar Chauhan.REUTERS/Francis Mascarenhas
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·