Jakarta -
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional berbasis riset, inovasi, serta penguatan sumber daya manusia.
AHY menegaskan pembangunan nasional memerlukan orkestrasi dan koordinasi nan solid antarkementerian dan lembaga, mengingat kompleksitas tantangan Indonesia sebagai negara kepulauan dengan karakter wilayah nan beragam.
"Kementerian Koordinator mempunyai tanggung jawab untuk mengorkestrasi beragam kementerian dan lembaga. Ini bukan perihal nan sederhana, lantaran pembangunan kita sangat kompleks dan memerlukan koordinasi lintas sektor nan kuat," ujar AHY, dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat menerima audiensi Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kantor Kemenko Infrastruktur, Senin (13/4).
Pertemuan tersebut membahas penguatan kerjasama antara pemerintah dan akademisi dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, khususnya di sektor kehutanan, lingkungan hidup, serta pengelolaan sumber daya alam.
Audiensi dipimpin oleh Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, berbareng jejeran fakultas. Dalam kesempatan itu, disampaikan sejumlah inisiatif dan program, termasuk rencana penguatan kerjasama riset serta agenda internasional mengenai konservasi keanekaragaman hayati.
Lebih lanjut, AHY menjelaskan rumor kehutanan tidak dapat dipisahkan dari persoalan agraria dan tata ruang nan kerap menimbulkan dinamika di lapangan. Menurutnya, persoalan tersebut berkarakter mendasar lantaran berangkaian dengan kepastian norma serta rasa keadilan di tengah masyarakat.
"Permasalahan kehutanan dan agraria sering kali sangat fundamental, menyangkut keadilan dan kepastian hukum. Konflik dapat terjadi antara masyarakat, korporasi, maupun negara, sehingga diperlukan kerjasama nan kuat untuk menghadirkan solusi nan berkelanjutan," tegasnya.
Lebih lanjut, AHY menyampaikan pemerintah mengusung dua agenda utama dalam pembangunan, ialah kesejahteraan (prosperity) dan keberlanjutan (sustainability). Menurutnya, kedua agenda tersebut kudu melangkah seimbang agar pembangunan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan.
"Kita mengusung dua agenda besar, ialah gimana menghadirkan kesejahteraan sekaligus menjaga keberlanjutan. Infrastruktur kudu bisa mendukung ketahanan pangan, energi, dan air, serta penguatan sumber daya manusia," jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan melalui riset, inovasi, serta penguatan kapabilitas SDM, khususnya di bagian sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Peran akademisi dinilai krusial dalam merumuskan kebijakan berbasis info serta solusi nan aplikatif di lapangan.
Menutup pernyataannya, AHY menegaskan kemajuan pembangunan kudu tetap berpijak pada upaya menjaga keberlanjutan bumi sebagai ruang hidup bersama.
"Kita mungkin berbincang tentang eksplorasi hingga luar angkasa, tetapi pada akhirnya kita semua mau tetap tinggal di bumi ini. Karena itu, menjaga dan mengelola sumber daya alam melalui konservasi nan bertanggung jawab menjadi sangat krusial untuk masa depan," tutupnya.
Dalam pertemuan ini turut datang Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antar Lembaga Agust Jovan Latuconsina serta Staf Khusus Bidang Percepatan Pembangunan Irjen Pol. Arif Rachman.
(ega/ega)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·