Penjelasan PT PLN (Persero) mengenai penyebab pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa menjadi salah satu buletin terkenal di kumparanBisnis sepanjang Jumat (19/6).
Selain itu, respons Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai hasil review Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai kondisi pasar modal Indonesia juga tidak kalah menyita perhatian publik.
Berikut ini rangkuman selengkapnya:
PLN Jelaskan Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa
PT PLN (Persero) menjelaskan penyebab terjadinya pemadaman listrik di sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Perusahaan menyebut terdapat dua unit pembangkit besar nan mengalami gangguan, sehingga tidak dapat beraksi sementara dan berakibat pada keahlian pasokan listrik sistem.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, mengatakan sistem kelistrikan Jawa saat ini tetap beraksi dan terkendali dengan baik. Namun, untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan, PLN menerapkan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah.
“Langkah tersebut dilakukan lantaran terdapat hambatan teknis operasional pembangkit serta ada dua unit pembangkit besar nan mengalami gangguan sehingga tidak beraksi sementara dan menurunkan keahlian sistem pasokan listrik,” kata Gregorius dalam keterangannya, Jumat (19/6).
Gregorius memastikan PLN bakal terus melakukan percepatan pemulihan juga mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain. Selain itu, PLN juga bakal mengatur operasi sistem, tujuannya untuk menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik sekaligus meminimalkan akibat kepada pelanggan.
OJK Buka Suara soal Review MSCI: Reformasi Transparansi Terus Berjalan
OJK buka bunyi mengenai hasil review penyedia indeks dunia Morgan Stanley Capital International (MSCI) nan tetap mempertahankan status pasar modal Indonesia dalam kategori pasar negara berkembang alias Emerging Markets. Penilaian tersebut berasas laporan MSCI 2026 Global Market Accessibility Review nan dirilis Kamis (18/6) waktu setempat.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan hasil catatan tersebut merupakan arah reformasi pasar modal Indonesia untuk terus memperkuat kualitas transparansi dan identifikasi perdagangan terkoordinasi serta daya saing pasar.
“OJK mencermati hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026 nan secara umum kebanyakan aspek aksesibilitas pasar Indonesia tetap terjaga dan tidak mengalami perubahan nan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, namun juga ada catatan untuk arah perbaikan pasar modal ke depan,” ucap Hasan dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6).
Hasan menjelaskan, dari lima segmen Market Accessibility nan mencakup 18 kriteria penilaian, hasil asesmen MSCI pada dasarnya tetap sama seperti tahun sebelumnya. Perubahan hanya terjadi pada satu kriteria, ialah Information Flow di segmen Market Infrastructure.
Hasan menekankan esensial ekonomi Indonesia nan tetap kuat serta sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi landasan krusial untuk terus meningkatkan daya saing dan kredibilitas pasar modal Indonesia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·