Jakarta -
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan pentingnya kolaborasi. AHY menekankan kerjasama antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam memperkuat sumber daya manusia (SDM) serta pembangunan prasarana di Kalimantan.
Hal ini disampaikan saat menerima audiensi jejeran Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Kantor Kemenko Infra, Jakarta.
Pertemuan ini membahas pengembangan ITK sebagai perguruan tinggi teknologi unggulan di area Kalimantan sekaligus penjajakan kerja sama strategis dalam mendukung pembangunan wilayah dan pertumbuhan ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Audiensi dipimpin Rektor ITK Prof Dr Agus Rubiyanto, berbareng jejeran ketua kampus. Dalam kesempatan tersebut, ITK juga menyampaikan undangan kepada AHY untuk datang dan memberikan orasi ilmiah pada Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-12 ITK.
AHY menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pembangunan nasional, khususnya di Kalimantan nan mempunyai potensi sumber daya alam (SDA) besar.
"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan beragam pihak, termasuk akademisi, sangat dibutuhkan," ujar AHY, dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2026).
"Kampus menjadi sumber riset dan penemuan nan krusial dalam mendukung pembangunan prasarana dan pertumbuhan ekonomi," sambungnya.
AHY menjelaskan Kemenko Infra mengedepankan pendekatan pentahelix nan melibatkan pemerintah, akademisi, bumi usaha, media, serta organisasi dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan pembangunan.
Pendekatan ini memastikan kebijakan lebih tepat sasaran sekaligus berakibat nyata bagi masyarakat.
Lebih lanjut, AHY menekankan pembangunan prasarana saat ini kudu berorientasi pada hasil dan dampak, bukan sekadar proyek fisik.
"Pendekatan kita adalah outcome dan impact. Infrastruktur kudu berkontribusi langsung pada kesejahteraan masyarakat, termasuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan serta membuka lapangan kerja," tegas AHY.
Dalam paparannya, AHY juga menjelaskan peran strategis kementerian nan berada dalam koordinasinya, mulai dari agraria dan tata ruang, pekerjaan umum, perumahan dan area permukiman, transportasi, hingga transmigrasi, nan seluruhnya terintegrasi dalam pembangunan wilayah.
Terkait Kalimantan, AHY menilai area tersebut mempunyai kesempatan besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru nasional, terutama dengan kekayaan sumber daya alam dan pengembangan wilayah strategis di Kalimantan Timur (Kaltim).
"Kalimantan mempunyai sumber daya nan luar biasa. Tantangannya adalah mengelola secara berkepanjangan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat," ungkap AHY.
"Di sinilah peran ITK sangat strategis dalam mencetak SDM unggul sekaligus mendorong riset dan inovasi," tambahnya.
AHY juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Konsep prosperity dan sustainability kudu melangkah beriringan dalam setiap kebijakan pembangunan.
AHY menyampaikan upaya untuk terus membuka ruang kerjasama dengan ITK dan perguruan tinggi lainnya.
"Kami siap berkolaborasi. ITK mempunyai peran krusial sebagai pusat pengembangan teknologi di Kalimantan dan diharapkan menjadi motor penggerak kemajuan melalui riset dan inovasi," kata AHY.
Sebagai informasi, pertemuan ini turut dihadiri oleh Staf Khusus (Stafsus) Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antar Lembaga Agust Jovan Latuconsina; Stafsus Bidang Percepatan Pembangunan Irjen Pol Arif Rachman; serta Tenaga Ahli (TA) Bidang Politik dan Tata Kelola Pembangunan Kewilayahan Ahmad Khoirul Umam.
(hnu/ega)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·