Seorang wanita berinisial K (18) tewas akibat dianiaya di warung mi ayam area Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa barat (Jabar). Kasus ini diketahui dari teriakan terakhir remaja wanita tersebut.
Penganiayaan berat berujung kematian ini ramai dibahas di media sosial (medsos). Beredar kabar, kasus kekerasan ini dipicu cekcok soal pembayaran kencan antara korban dan pelaku berinisial AK (23).
Disebutkan, awalnya K dan AK sepakat untuk berkencan setelah berkomunikasi melalui aplikasi percakapan (chatting). Namun, terjadi cekcok nan diduga mengenai nominal pembayaran kencan mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban mendatangi AK di warung mi ayam nan berlokasi Desa Kedung Pengawas, Babelan, Kabupaten Bekasi pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 23.30 WIB. Keduanya terlibat perdebatan hingga korban K terdengar berteriak.
AK merespons teriakan korban dengan kekerasan. Teriakan korban K juga membikin saksi mendengar sehingga akhirnya mendobrak warung mi ayam tersebut.
Korban ditemukan terluka lampau dibawa ke rumah sakit (RS) namun nyawanya tak tertolong saat diberikan pertolongan medis.
Pelaku Ditangkap
Saksi dan penduduk dapat menangkap AK di warung mi ayam tersebut. Terduga pelaku AK sekarang ditahan dan diperiksa intensif di Polsek Babelan.
"Benar, (pelaku) sudah diamankan oleh Polsek Babelan," kata Kasi Humas Polres Metro Bekasi AKP Aliyani, Senin (14/9/2026).
Polisi tetap mendalami kasus ini. Terduga pelaku AK tetap diperiksa intensif oleh interogator Polsek Babelan.
"Sekarang tetap dalam tahap pemeriksaan," ucapnya.
Laporan ke Call Center Polri 110
Kasus penganiayaan itu dilaporkan melalui jasa Call Center Polri 110. Polisi bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP) dan menangkap AK.
"Berkat penanganan cepat, laki-laki nan diduga terlibat dalam peristiwa itu sukses diamankan di tempat sebelum meninggalkan lokasi," tutur Kapolsek Babelan Kompol Wito.
Teriakan Terakhir Korban
Polisi mengatakan peristiwa terjadi pada hari Sabtu (12/9) sekitar pukul 23.30 WIB. Korban K sengaja mendatangi AK nan diketahui berada di warung mi ayam tersebut.
"Berdasarkan keterangan awal nan dihimpun penyidik, korban berinisial K datang ke letak untuk berjumpa dengan seorang laki-laki berinisial AK," kata Wito.
Pertemuan K dan AK diwarnai keributan. Korban K sempat berteriak ketika cekcok terjadi sebelum ditemukan terluka di warung mi ayam itu.
"Teriakan dari dalam letak sempat didengar oleh saksi nan berada di sekitar tempat tersebut," terangnya.
Saksi berbareng penduduk lampau masuk secara paksa ke warung mi ayam. Mereka lampau membawa korban ke RS lantaran mengalami luka.
"Setelah sempat mendapat penanganan di akomodasi kesehatan terdekat dan dirujuk ke rumah sakit, korban dinyatakan meninggal bumi oleh pihak medis," ucapnya.
(jbr/maa)
54 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·