Terduga Pelaku Pelecehan yang Dijambak Korban di KRL Nambo Bakal Di-Blacklist

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Jakarta -

Seorang wanita diduga menjadi korban pelecehan melawan dan menjambak terduga pelaku di gerbong kereta rel listrik (KRL) Jakarta-Nambo. KAI Commuter bakal memasukkan terduga pelaku pelecehan ke daftar hitam alias blacklist.

"Sebagai tindak lanjut dari kejadian ini, KAI Commuter bakal memasukkan ke dalam info base CCTV analytic. CCTV ini dapat merekam wajah seluruh pengguna Commuter Line di Area Jabodetabak," ujar Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2026).

"Kami bakal mem-blacklist para pelaku kejahatan baik di dalam Commuter Line ataupun di stasiun termasuk pelaku kekerasan seksual," lanjutnya.

KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna untuk segera melapor kepada petugas andaikan memandang kejadian alias tindakan nan mencurigakan. Dia menjamin petugas bakal mengambil tindakan.

"Pengguna juga dapat melaporkan tindakan alias kejadian nan tidak etis melalui akun media sosial resmi KAI Commuter dan call center 121," tutupnya.

Dalam video viral nan beredar di media sosial, tampak seorang wanita menjambak seorang pria. Kondisi gerbong saat itu dipenuhi penumpang.

Korban terdengar tidak terima dan menegur sembari menjambak terduga pelaku. Tampak korban sempat ditegur penumpang lain saat menjambak pelaku.

"Kalau Ibu nggak ngerasain tak bersuara aja. Ibu mau digesek-gesek sama orang?" ujar korban.

"Bukan gua," jawab terduga pelaku.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Senin (27/4) pukul 19.07 WIB di dalam gerbong Commuter Line Nomor 1526 relasi Jakarta Kota-Nambo. Petugas langsung mengamankan terduga pelaku.

"Setelah mendapatkan laporan dari pengguna lainnya, petugas pengamanan di dalam Commuter Line Nomor 1526 relasi Jakarta Kota-Nambo mengamankan pelaku untuk diturunkan di Stasiun Cibinong," ujar Amanda dalam keterangan tertulis, Senin (4/5).

(dvp/haf)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News