Frans mendapat kepercayaan krusial dari Fredy untuk mengatur aliran duit dan menjadi pengendali lapangan dalam operasi sindikat narkotika.
Frans juga memanfaatkan jaringan money changer terlarangan nan tersebar di Malaysia, Thailand, dan Indonesia untuk mengelola duit hasil kejahatan narkotika. Dia juga menukarkan duit hasil kejahatan, khususnya pecahan 1.000 dolar Singapura, di sejumlah money changer di Indonesia sebelum kemudian membawa duit tersebut ke Thailand.
“Untuk memudahkan penyeberangan duit ilegal, golongan Frans Antoni juga menggunakan metode cryptocurrency,” kata Eko.
Bahkan, Frans diduga telah melakukan aktivitas pengangkutan duit dari Indonesia ke Thailand selama kurang lebih tujuh tahun. Dalam periode tersebut, dia rata-rata melakukan perjalanan dua hingga tiga kali setiap bulan, dengan total mencapai sekitar 168 kali pengiriman.
“Total gelombang pengangkutan mencapai sekitar 168 kali. Jadi, 168 kali berangkat dari Indonesia menuju ke Thailand dengan membawa duit tunai. Selama proses tersebut, minimal pengangkutannya adalah Rp 1 miliar,” katanya.
Frans juga mempunyai peran krusial membantu peredaran narkoba di Indonesia nan masuk melalui jalur laut dan darat terlarangan dari Malaysia dan Thailand. Setiap bulannya, jaringan ini disebut bisa menyelundupkan narkoba dalam jumlah besar.
“Setiap bulannya sindikat ini bisa menyelundupkan segala jenis narkoba dengan jumlah berkisar 100 sampai dengan 500 kilogram,” katanya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·