Terbentur Capex, Apakah Elektrifikasi Tambang Jalan di Tempat?

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Transisi penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) untuk operasional pertambangan tetap terganjal beberapa hal, seperti izin dan shopping modal (capital expenditure/capex). Wakil Ketua Umum I Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia Ahmad Kharis mengatakan selain dari sisi performa, banyak untung nan didapatkan dari penggunaan EV, seperti perawatan mekanik berkurang hingga penghematan BBM.

"Dengan pengurangan perawatan mekanik, kemudian support principal, transisi EV bisa dilakukan," ujar Ahmad Kharis EV Transition in Mining Industry Outlook 2026, Rabu, (29/4/2026).

Sayangnya, nan menjadi hambatan adalah shopping modal di awal, nan bisa meningkat 2-3 lipat. Masalah ini membikin banyak penambang tetap maju-mundur dalam melakukan transisi ke EV.

"Memang luar biasa efsiensi tapi jika capex-nya sudah besar duluan kita juga takut," kata dia.

Saat ini di beberapa perusahaan tambang sudah memberlakukan transisi perangkat berat hybrid dan biaya operasional tercatat turun 30%. Sehingga pilihan untuk beranjak sepenuhnya ke EV cukup menjanjikan, asalkan infrastrukturnya mendukung.

"Kalau prasarana ada untuk support ke elektrik (kendaraan listrik), maka EV saya kira pilihan nan tepat," kata dia.

Senada, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia Gita Mahyarani mengatakan di sektor batu bara, transisi ke EV sebagai perangkat operasional tambang juga terkendala capex. Pasalnya, perusahaan kudu mengeluarkan modal awal nan cukup besar untuk perangkat berat EV.

Meski demikian, dia mengakui penggunaan EV cukup menjanjikan dan bisa diterapkan di hulu ke hilir serta mengurangi emisi. Selama ini, penggunaan EV di tambang batu bara kebanyakan baru untuk dump truck.

"Menurut kami capex nan besar menjadi tantangan di industri batu bara, EV ini promising dari sisi ESG dan ada pengurangan emisi," ujar Gita.

Dewan Pengawas Asosiasi Penambang Nikel Indonesia Djoko Widajatno mengatakan hambatan dari penambang untuk transisi ke EV selama ini adalah shopping modal di awal, lantaran harganya 2-3 kali di atas perangkat berbasis bahan bakar fosil.

"Dari segi penambang agak sukar untuk transisi ke kendaraan listrik adalah capexnya nan besar, jika diubah ini butuh 2-3 kali Harga perangkat nan kami miliki sekarang," kata dia.

(rah/rah)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News