Fahmi Firdaus
, Jurnalis-Minggu, 12 April 2026 |06:57 WIB

Tepis Isu Menyerah, Satgas PRR Percepat Pembersihan Pascabanjir Aceh
BANDA ACEH – Kepala Pos Komando Wilayah (Kaposwil) Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal ZA, menepis narasi nan berkembang di media sosial nan mengesankan pemerintah menyerah dalam penanganan lumpur pasca banjir bandang Aceh.
Safrizal menjelaskan kembali maksud pernyataannya mengenai istilah "berat" nan sempat disalahartikan oleh sejumlah pihak.
Menurutnya, istilah tersebut adalah refleksi dari kerja keras tim di lapangan, bukan sebuah pengakuan ketidaksanggupan alias keputusasaan.
“Kami perlu tegaskan, bagi kami berat itu berarti kita kudu kerja keras dan tidak pernah menyerah,” ujar Safrizal ZA Sabtu (11/4/2026).
“Semua ini tidak bisa dilakukan secara instan. Jadi semangatnya adalah semangat positif untuk menuntaskan tanggung jawab, bukan berarti menyerah. Berat itu adalah realita medan nan sedang kami taklukkan bersama,” lanjutnya.
Berdasarkan info operasional Satgas, dari total 519 letak nan menjadi sasaran di Aceh, sebanyak 480 letak telah sukses dibersihkan sepenuhnya.
Sementara itu, sisa 39 letak lainnya saat ini dalam status on-going alias sedang terus dikerjakan. Lokasi sisa ini merupakan area pemukiman padat dan drainase sempit nan memerlukan penanganan manual nan teliti.
Menurutnya, untuk mempercepat proses tersebut, support personel terus dioptimalkan di titik-titik krusial. Di wilayah Aceh Tamiang, Satgas telah mengerahkan personel Praja IPDN untuk membantu percepatan pembersihan akomodasi publik dan lingkungan penduduk agar segera layak digunakan kembali.
Selain pengerahan personel kedinasan, Safrizal juga memaparkan keberlanjutan program Cash for Work (Padat Karya) Tahap II nan melibatkan partisipasi langsung masyarakat terdampak. Di Pidie Jaya, tepatnya di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua, program ini sedang melangkah aktif dengan melibatkan total 392 peserta.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·