Ilustrasi.(Magnific)
PARA ahli kesehatan memberikan peringatan keras mengenai konsumsi minuman beralkohol. Seorang mahir biologi kanker menyatakan bahwa tidak ada takaran aman dalam mengonsumsi alkohol, lantaran minuman terkenal ini mempunyai kaitan erat dengan peningkatan akibat penyakit mematikan tersebut.
Pranoti Mandrekar, guru besar kedokteran di University of Massachusetts Chan Medical School, mengungkapkan bahwa konsumsi alkohol dalam jumlah kurang dari satu gelas sekalipun tetap dapat meningkatkan risiko kanker. Menurut info Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 2,3 miliar orang di seluruh bumi mengonsumsi alkohol, tetapi dampaknya sangat fatal yaitu satu dari 20 kematian dunia disebabkan oleh alkohol, termasuk akibat cedera, kekerasan, dan penyakit.
Alkohol sebagai Karsinogen Grup 1
Mandrekar menjelaskan bahwa alkohol merupakan penyebab kanker ketiga nan paling dapat dicegah di Amerika Serikat. "Studi epidemiologi menunjukkan bahwa alkohol secara kausal mengenai dengan kanker rongga mulut, tenggorokan, kotak suara, kerongkongan, hati, usus besar, rektum, dan payudara," tulisnya dalam The Conversation.
Pada tahun 2012, Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC), bagian dari WHO, mengklasifikasikan alkohol sebagai karsinogen Grup 1. Ini pengelompokkan tertinggi nan menunjukkan adanya bukti kuat bahwa unsur tersebut menyebabkan kanker pada manusia, setara dengan tembakau dan asbes.
Bagaimana Alkohol Memicu Kanker?
Berdasarkan laporan dari Surgeon General AS tahun ini, terdapat empat sistem utama gimana alkohol memicu pembentukan tumor:
- Metabolisme Alkohol: Saat tubuh memecah alkohol, tercipta produk sampingan berjulukan asetaldehida, unsur kimia nan berkarakter karsinogenik.
- Stres Oksidatif: Alkohol memicu pelepasan radikal bebas nan merusak DNA, protein, dan lipid dalam sel, nan kemudian memicu peradangan dan pembentukan tumor.
- Perubahan Hormon: Konsumsi alkohol dapat meningkatkan kadar estrogen, nan secara spesifik meningkatkan akibat kanker payudara.
- Interaksi dengan Karsinogen Lain: Alkohol mempermudah tubuh menyerap unsur karsinogen dari rokok alias vape, meningkatkan akibat kanker mulut dan tenggorokan secara drastis bagi mereka nan minum sekaligus merokok.
Peringatan Medis: NHS di Inggris dan CDC di Amerika Serikat sekarang menegaskan bahwa tidak ada tingkat konsumsi alkohol nan betul-betul aman. Risiko kesehatan jangka panjang seperti stroke, penyakit jantung, kerusakan otak, dan beragam jenis kanker tetap mengintai meski dikonsumsi dalam jumlah moderat.
Faktor Genetik dan Gaya Hidup
Meskipun akibat secara umum sangat tinggi, Mandrekar mencatat bahwa latar belakang genetik, style hidup, dan pola makan setiap perseorangan berkedudukan dalam menentukan seberapa sigap alkohol memicu pembentukan tumor. Namun, lantaran belum ada langkah pasti untuk mengukur akibat individual tersebut, para mahir menyarankan untuk mengevaluasi kembali kebiasaan minum demi melindungi kesehatan jangka panjang.
Data menunjukkan bahwa di AS saja, alkohol bertanggung jawab atas sekitar 100.000 kasus kanker dan 20.000 kematian akibat kanker setiap tahunnya. Angka ini belum termasuk belasan ribu kematian akibat kecelakaan lampau lintas nan dipicu oleh pengaruh alkohol. (Daily Express/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·