Temukan Pengalaman ‘Satu Pintu’ dan Solusi Tukar Tambah di Blibli Elektronik

Sedang Trending 6 hari yang lalu
Pelanggan berbelanja di Blibli Elektronik. Foto: Dok. Blibli

Pernahkah Anda merasa ragu saat mau membeli gadget alias peralatan elektronik bernilai tinggi di toko online hanya lantaran takut peralatan nan datang tidak sesuai ekspektasi, alias kesulitan saat klaim agunan sering kali jadi penghambat buat kita untuk bisa tenang ketika bakal merogoh kocek dalam-dalam.

Di era di mana segala sesuatu menuntut kepraktisan, kita sebenarnya tetap mau dilayani dan berinteraksi dengan manusia, juga mendapatkan kepastian. Blibli memahami dilema ini dan mengubahnya menjadi pengalaman shopping nan lebih seamless melalui pendekatan omnichannel yang sekarang menjadi standar style hidup modern.

Fenomena ini bukan sekadar emosi emosional belaka. Riset EY Consumer Index 2025 menangkap perilaku menarik di era digital: sebanyak 57 persen konsumen dunia mengatakan bahwa mereka tetap mau melihat, menyentuh, dan merasakan produk secara langsung sebelum bertransaksi. Tak hanya itu, sekarang toko juga menjadi ruang konsultasi dan eksplorasi, khususnya untuk produk-produk berbobot tinggi.

Kebutuhan inilah nan menjelaskan kenapa Blibli, sebagai ekosistem omnichannel commerce, terus memperluas jaringan toko bentuk mereka. Hingga bulan Juni 2026, Blibli telah mengoperasikan 13 jaringan toko Blibli Elektronik di Jawa Barat, termasuk di Kopo, Grand Kota Bintang, Rencong, Moch Toha, Arcamanik, Margacinta, Nanjung, Ciwidey, Padalarang, Cipamokolan, Lembang, hingga Sawangan dan Tajur.

Jika dicermati, langkah ini menunjukkan bahwa toko bentuk tidak hanya berfaedah sebagai tempat berdagang konvensional, melainkan juga sebagai experience hub nan memberikan nilai tambah nyata bagi kenyamanan dan keamanan konsumen.

Bagi konsumen nan logis dan selektif, kehadiran Blibli Elektronik menjadi solusi saat membeli produk. Mereka bisa langsung datang untuk cek spesifikasi dan nilai produk sehingga dapat dengan mudah membawa pulang barang. Tak berakhir sampai di situ, integrasi ekosistem nan seamless memberikan untung berupa poin Blibli Tiket Rewards.

Artinya, setiap pembelian di Blibli Elektronik bakal mendapatkan poin nan bisa digunakan saat shopping berikutnya alias saat checkout di platform Blibli, platform tiket.com serta di jaringan toko Blibli, hello Store, Dekoruma, Ranch Market dan Farmers Market.

Hadirnya Blibli Elektronik juga merupakan jawaban atas kekhawatiran bakal maraknya peralatan tiruan di pasar digital. Blibli Elektronik merupakan offline assurance di mana konsumen mendapatkan agunan produk Pasti ORI, jasa kirim dan pasang, serta perlindungan jangka panjang dengan blibliCare+.

Tak hanya itu, hadirnya fitur Tukar Tambah menjadi solusi atas drama nan kerap dialami masyarakat saat mau memperbarui perangkat elektronik mereka, seperti keharusan memotret peralatan lama, mengirim produk lama ke toko, hingga akibat tawar-menawar nan berujung pada hit-and-run.

Fitur Tukar Tambah di Blibli Elektronik tak hanya menerima peralatan nan tetap berfungsi, tetapi juga peralatan nan rusak alias meninggal total. Produk barunya pun tak kudu sama dengan produk lama. Jadi konsumen dapat menukar produk mereka secara silang. Misalnya, handphone dengan kulkas.

Layanan Tukar Tambah sekarang semakin praktis; konsumen cukup memilih produk baru di toko dan mengonfirmasikannya kepada staf. Untuk gadget alias elektronik mini (handphone, laptop, small home appliances), produk lama wajib dibawa langsung ke toko, sementara untuk elektronik besar (big product) seperti kulkas, AC dan mesin cuci, pengguna cukup menjadwalkan penjemputannya lewat customer service (CS).

Setelah perincian kondisi produk lama diverifikasi untuk menentukan besaran potongan nilai dan pembayaran diselesaikan, produk baru bisa langsung dibawa pulang alias dikirim ke alamat rumah berbarengan dengan proses pengambilan peralatan lama oleh kurir.

Menariknya, nilai tambah ini juga menyentuh kesadaran sosial konsumen mengenai rumor lingkungan. Melalui program tukar tambah di Blibli Elektronik, perangkat lama konsumen tidak berhujung di tempat pembuangan akhir (TPA) sebagai sampah elektronik (e-waste), melainkan diproses dalam ekosistem sirkular. Hasilnya, konsumen tidak hanya mendapatkan stimulus ekonomi berupa potongan harga, tetapi juga kepuasan emosional lantaran ikut berkontribusi pada bumi nan lebih baik.

Langkah praktis ini pada akhirnya menegaskan bahwa industri ritel tidak lagi bicara soal dikotomi antara online dan offline, melainkan tentang integrasi kedua kanal tersebut. Kunci pertumbuhan dan keberlanjutan upaya terletak pada keahlian perusahaan untuk mengintegrasikan kenyamanan ekosistem digital dan kepastian hubungan bentuk secara relevan, konsisten, dan sepenuhnya berorientasi pada konsumen.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan