Temuan Jeriken-Pelampung di Selat Sunda Bukan Milik Rombongan Jurnalis

Sedang Trending 49 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Polda Banten memastikan sejumlah peralatan nan ditemukan dalam operasi pencarian di perairan Selat Sunda, sebelah timur Pulau Rakata, bukan milik lima jurnalis nan lenyap kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan tiga jenis peralatan nan ditemukan terdiri atas helm plastik merah, jeriken plastik biru bertutup hitam, serta dua jaket pelampung berwarna oranye.

"Setelah dilakukan pemeriksaan dan konfirmasi dari pemilik kapal KM Arupadhatu 1, dua life jacket berwarna oranye bertuliskan MILLES II dinyatakan bukan milik kapal lantaran life jacket nan tersedia di kapal berwarna merah, kuning, dan ungu serta tidak mempunyai tulisan MILLES II," kata Maruli dalam keterangan tertulis, Minggu (13/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil pemeriksaan terhadap jeriken nan ditemukan juga menunjukkan adanya perbedaan dengan jeriken nan digunakan KM Arupadhatu 1. Jeriken tersebut diketahui mengeluarkan aroma minyak sayur, bukan bahan bakar Pertamax nan digunakan kapal.

"Terdapat perbedaan bentuk antara jeriken temuan dengan jeriken milik kapal. Jeriken milik KM Arupadhatu 1 berwarna biru pudar, berkapasitas 30 liter, berbentuk pendek, mempunyai tutup berwarna putih, dan polos tanpa penanda," ujarnya.

Sementara itu, jeriken nan ditemukan mempunyai warna biru tua dengan kapabilitas 35 liter. Bentuknya lebih panjang, menggunakan tutup hitam, serta terdapat tulisan pada bagian badan jeriken.

Maruli juga memastikan helm plastik merah nan ditemukan bukan merupakan perlengkapan KM Arupadhatu 1. Hal itu lantaran kapal tersebut tidak mempunyai maupun menyediakan helm dengan jenis tersebut.

Polda Banten mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan info nan belum terverifikasi mengenai perkembangan pencarian lima wartawan tersebut.

"Setiap perkembangan mengenai proses pencarian dan pemeriksaan bakal disampaikan melalui sumber info resmi," katanya.

Di tengah proses pencarian, Tim SAR campuran terus memperluas area pencarian KM Arupadhatu 1 nan membawa lima wartawan dan lenyap kontak di perairan Selat Sunda.

Area pencarian sekarang dibagi menjadi enam sektor dengan luas total mencapai 6.010 mil laut persegi. Lima sektor merupakan wilayah pencarian laut, ialah Sektor V, W, X, Y, dan Z, sedangkan satu sektor lainnya merupakan pencarian melalui udara.

Ahli Muda Bidang Kecelakaan Pelayaran dan Penerbangan Basarnas Rangga Aribowo mengatakan pembagian sektor dilakukan untuk memperluas cakupan pencarian.

"Untuk luas area pencarian 6.010 mil laut persegi, pencariannya cukup luas dan dibagi menjadi enam sektor, terdiri dari lima sektor laut dan satu udara," katanya.

Sektor V mempunyai luas 840 mil laut persegi dengan pengerahan dua kapal TNI AL, ialah KRI Kerambit dan KRI Teluk Gilimanuk.

Sektor W mempunyai luas 1.120 mil laut persegi dan melibatkan satu kapal TNI AL, ialah KAL Anyer.

Sementara Sektor X menjadi wilayah dengan jumlah unsur pencarian terbanyak. Area seluas 681 mil laut persegi tersebut disisir oleh delapan kapal, ialah KN SAR Tetuka, RBB Peucang, RIB 02 Basarnas Banten, RIB 02 Basarnas Lampung, kapal polisi 2016, kapal polisi 2013, KM Garuda, dan KM Bima.

Selanjutnya, Sektor Y mempunyai luas 497 mil laut persegi dengan melibatkan KP Sanjaya dan KRI Lepu.

Sektor Z mempunyai luas 809 mil laut persegi dengan pengerahan KN SAR Basudewa milik Basarnas Lampung dan KN SAR Antasena milik Basarnas Jakarta.

"Untuk sektor udara, satu helikopter disiagakan di ATS untuk memantau perkembangan kondisi di perairan Selat Sunda," katanya.

Tim SAR campuran tetap melakukan pencarian dan pemantauan di seluruh sektor nan telah ditentukan guna menemukan keberadaan KM Arupadhatu 1 beserta lima wartawan nan hingga sekarang tetap lenyap kontak.

(tim/isn)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional