Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak menguat di level 6.610-6.658 pada pembukaan perdagangan Senin (14/9). Sebelumnya pada Jumat (11/9), IHSG ditutup melemah 47,96 poin alias -0,73 persen ke level 6.541,38.
“Secara teknikal, meskipun mengalami koreksi wajar dan sudah menguji MA20 maupun “wave (iv)”, pergerakan IHSG sebenarnya tetap membentuk struktur bullish,” kata Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, dalam keterangannya, Senin (14/9).
Dari sisi global, menurut Nafan, pasar menghadapi headwinds dari gejolak pasar obligasi, percepatan inflasi, dan kekhawatiran geopolitik nan memicu ketidakpastian ekonomi.
Rilis info US Consumer Price Index (CPI) per Agustus nan naik 0,4 persen month to month (MoM) untuk headline dan 0,3 persen untuk core, dengan core CPI lebih tinggi dari konsensus. Sehingga probabilitas kenaikan Fed Funds Rate 25 bps melonjak menjadi 86,5 persen dari sebelumnya 69 persen.
“Ekspektasi kebijakan moneter nan hawkish ini memicu tindakan jual di pasar obligasi US Treasury, nan pada gilirannya mendongkrak yield tenor 10-tahun hingga 4,975% dan tenor 2-tahun ke 4,644%,” kata Nafan.
Dari sisi domestik, Nafan memandang parameter makro ekonomi domestik, seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) nan terjaga dan stabilitas pasokan daya domestik, menjadi aspek cushion bagi IHSG.
Selain itu, penguatan Rupiah sebesar 0,21 persen menjadi Rp 17.641 per dolar AS diharapkan dapat melonggarkan foreign inflow dan membikin para pelaku penanammodal domestik tidak terlalu lebih defensif.
Sedangkan menurut MNC Sekuritas, IHSG pada Senin (14/9) diproyeksi melemah ke level 6.370-6.451.
“Kami pembaruan skenario IHSG, di mana saat ini diperkirakan IHSG sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave (c) pada label hitam sehingga IHSG tetap rawan menguji 6.370-6.451,” tulis MNC Sekuritas, dalam keterangannya, Senin (14/9).
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·