Longsor Terjang 7 Kampung di Aceh Tengah: 1 Tewas, Belasan Luka

Sedang Trending 53 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Bencana longsor terjadi di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Minggu (13/9) sekitar pukul 18.15 WIB. Satu penduduk meninggal dunia, belasan mengalami luka.

Longsor nan dipicu hujan deras tersebut menutup sejumlah ruas jalan nasional, provinsi, dan kabupaten serta menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga.

Sebanyak tujuh kampung nan tersebar di empat kecamatan, ialah Kecamatan Kebayakan, Lut Tawar, Celala, dan Silih Nara, terdampak material longsor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan pendataan sementara, satu penduduk meninggal bumi dan 13 penduduk lainnya mengalami luka-luka. Petugas tetap melakukan pendataan dan penanganan di wilayah terdampak," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulis nan diterima, Senin (14/9).

Dari sisi kerusakan, sebanyak dua unit rumah dilaporkan mengalami rusak berat dan dua unit lainnya rusak sedang. Selain itu, sejumlah ruas jalan tertutup material longsor sehingga mengganggu akses masyarakat.

"Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Aceh Tengah berkoordinasi dengan unsur mengenai dan melakukan asesmen di letak terdampak," ujarnya.

BPBD juga mengerahkan dua unit perangkat berat, ialah satu wheel loader dan satu excavator, untuk membersihkan material longsor nan menutup badan jalan.

Hingga Minggu (13/9), proses pembersihan material longsor tetap berjalan untuk membuka kembali akses jalan nan terdampak dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat.

BNPB berbareng BPBD dan unsur mengenai terus memantau perkembangan situasi serta mendukung penanganan di wilayah terdampak.

BNPB mengimbau masyarakat di wilayah Aceh Tengah dan sekitarnya untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama saat hujan berintensitas tinggi alias berjalan dalam waktu lama.

"Masyarakat nan berada di sekitar lereng dan tebing agar meningkatkan kewaspadaan serta segera menuju tempat nan lebih kondusif andaikan memandang tanda-tanda pergerakan tanah," katanya.

(tim/isn)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional