Jakarta, CNBC Indonesia - Lahan nan bakal dijadikan rumah susun (rusun) baru di dekat bantaran rel kereta api dekat Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat rupanya sebelumnya merupakan area pemukiman kumuh dan intermezo ilegal. Orang-orang menyebutnya 'red district'. Namun sekarang lahan tersebut sudah dipakai untuk parkir kendaraan.
Adapun letak lahan tersebut berada dekat Jalan Jati Bunder dan Jalan Jembatan Tinggi, alias berada di belakang Pasar Tanah Abang Blok G. Lahan ini sejatinya disebut sebagai "Lahan Bongkaran".
Menurut petugas keamanan nan berada di dekat lahan tersebut, pada awalnya lahan itu merupakan area pemukiman kumuh di dekat bantaran rel dan rencananya bakal dibongkar pada periode Gubernur Fauzi Bowo alias Foke. Namun, pembongkaran baru terealisasi saat periode Gubernur Joko Widodo alias (Jokowi).
"Dulu sebenarnya di sini pemukiman kumuh, rencananya sudah dari zamannya Pak Foke (Fauzi Bowo), katanya sih dibangun rusun gitu, tapi enggak tercapai," kata penduduk di letak tersebut saat ditemui Kamis (9/4/2026).
Sayangnya, setelah dibongkar era Gubernur Jokowi, pembangunan rusun kembali tak terealisasi. Namun sejak saat itu, lahan ini dipagari oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Meski sudah dipagari, tetapi pedagang kembali mendatangi lahan dan memanfaatkan untuk berjualan, sehingga lahan ini juga sempat menjadi letak Pasar Tasik, sebelum pada 2018 lampau akhirnya dipindahkan ke Cideng.
Foto: Lokasi tempat Hercules dan Menteri Maruarar Sirait adu argumen di Tanah Abang, Jakarta. (CNBC Indonesia/Chandra DwI)
Lokasi tempat Hercules dan Menteri Maruarar Sirait adu argumen di Tanah Abang, Jakarta. (CNBC Indonesia/Chandra DwI)
Setelah itu, lahan tetap kosong dan lagi-lagi pembangunan rusun belum terealisasi. Pada akhirnya, lahan tersebut dipakai untuk tempat parkir kendaraan truk logistik dan mobil pribadi pedagang.
"Ya intinya, sejak era Foke, terus ke era Jokowi tetap jadi Gubernur DKI Jakarta, apalagi sampai sekarang pun enggak pernah terealisasi pembangunannya, akhirnya kosong-kosong terus, lantaran kosong, akhirnya dimanfaatkan untuk parkiran," terangnya.
Sebagai informasi, Lahan Bongkaran sempat menjadi letak prostitusi di Tanah Abang. Lokasi ini pun ditertibkan mengenai patokan nan dicanangkan Gubernur Jokowi beserta Wakilnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 2013 lalu.
Sebenarnya Bongkaran telah berkali kali dilakukan penertiban dimulai pada awal 1980an. Meski begitu tempat tersebut tetap saja transaksi kotor masihlah terjadi.
Saking tertutupnya tempat ini apalagi membikin periode Wakil Gubernur Ahok mengaku sebelumnya tidak mengetahui bahwa ada tempat prostitusi di wilayah Tanah Abang.
(chd/wur)
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·