Fahmi Firdaus
, Jurnalis-Sabtu, 16 Mei 2026 |00:05 WIB

Rudal Tomahawk AS/US Navy
JAKARTA - Militer Iran mempelajari teknologi rudal jelajah Tomahawk milik Amerika Serikat (AS) nan kandas meledak dalam perang AS -Iran beberapa waktu lalu. Misil-misil itu kemudian direplikasi teknologinya.
Melansir instansi buletin Mehr, Jumat (15/5/2026), sejumlah rudal Tomahawk ditemukan sebagian utuh setelah sistem peledakannya kandas alias terganggu oleh keahlian perang elektronik Iran. Teheran menggunakan rudal-rudal tersebut untuk mengembangkan sistem rudalnya sendiri.
“Dalam perang 40 hari, strategi Iran beranjak ke memperoleh pengetahuan dari medan perang. Setiap rudal Tomahawk nan mendarat dan tidak meledak adalah kitab teks tingkat lanjut bagi para insinyur Iran,” tulis Mehr dalam laporannya dikutip Middle East Eye.
Namun laporan Mehr tersebut belum bisa diverifikasi secara independen. Sebelumnya, para pejabat Iran mengatakan mereka telah meledakkan alias menetralisir amunisi Amerika dan Israel sejak gencatan senjata bertindak pada 7 April.
Sekadar diketahui, Tomahawk adalah peluru kendali jelajah jarak jauh dalam segala kondisi cuaca dan mempunyai kecepatan subsonik. Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1970 oleh General Dynamics, peluru kendali ini (misil) didesain untuk jarak menengah dan jauh, bisa terbang rendah dan juga dapat diluncurkan dari darat dan bawah air.
Tomahawk berbobot antara 1.192,5 kg sampai 1.440 kg dengan panjang 5,56 - 6,25 meter. Rudal tersebut sanggup mengangkut beban untuk hulu ledak konvensional sampai 500 kg.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan buletin terkini dengan jeli dan terpercaya. Ikuti info terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa krusial lainnya, langsung dari sumber nan terpercaya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·