Tekanan Rupiah dan IHSG Jadi Momentum Perkuat Kepercayaan Pasar

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Tekanan Rupiah dan IHSG Jadi Momentum Perkuat Kepercayaan Pasar Indef menilai pelemahan Rupiah ke Rp18.190 dan koreksi IHSG adalah sinyal bagi pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi.(Dok. Antara)

KEPALA Center for Sharia Economic Development Institute for Development of Economics and Finance (CSED Indef), Nur Hidayah, menilai tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kudu menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional. Pelemahan ini dianggap sebagai sinyal bagi pemerintah untuk meningkatkan kepercayaan pasar melalui konsistensi kebijakan.

Dalam beberapa pekan terakhir, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level sekitar Rp18.190 per dolar Amerika Serikat (AS). Pada saat nan sama, IHSG terkoreksi tajam ke kisaran 5.400-5.800 seiring derasnya tindakan jual bersih (net sell) oleh penanammodal asing.

"Pasar sedang mengirim sinyal nan tidak boleh diabaikan. Rupiah menembus sekitar Rp18 ribu per dolar, penanammodal asing juga melakukan net sell nan sangat besar, IHSG terkoreksi signifikan," ujar Nur dalam obrolan daring Indef, Minggu (14/6).

Nur menjelaskan bahwa meski aspek dunia seperti kebijakan Donald Trump dan suku kembang The Fed berpengaruh, pasar juga sedang menyoroti aspek domestik. Ia menekankan bahwa penanammodal mulai meragukan sasaran pertumbuhan ekonomi 8% lantaran mesin pertumbuhan lama, seperti konsumsi rumah tangga dan sektor manufaktur, mulai melambat.

Selain itu, penyusutan jumlah kelas menengah hingga 10 juta orang dalam lima tahun terakhir menurut info BPS menjadi perhatian serius. "Investor tidak takut pada risiko, mereka takut pada ketidakpastian. Ketidakpastian institusional biasanya dihukum lebih keras daripada akibat ekonomi biasa," tegasnya.

Di tengah situasi ini, Nur mendorong optimasi ekonomi syariah sebagai penyangga ketahanan nasional. Dengan aset finansial syariah nan mencapai nyaris Rp3.000 triliun, sektor ini dinilai mempunyai potensi besar sebagai shock absorption saat ekonomi konvensional tertekan.

Pemerintah diharapkan segera memberikan kejelasan arah pembangunan dan menjaga ruang fiskal APBN agar tetap andal di mata penanammodal dunia guna meredam gejolak pasar lebih lanjut. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia