Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengungkapkan bahwa proyek hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) nan baru saja diresmikan pembangunannya (groundbreaking) bisa menghasilkan 1,4 juta ton DME per tahun. Salah satu tujuannya untuk mengurangi ketergantungan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) nasional.
Proyek nan berlokasi di Tanjung Enim tersebut merupakan kerjasama Holding BUMN Pertambangan MIND ID, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Pertamina (Persero). Proyek nan diresmikan itu juga berbarengan dengan 12 proyek lainnya telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) sejalan dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto.
Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA Turino Yulianto menjelaskan bahwa proyek tersebut menjadi langkah industrialisasi pertambangan batu bara di Indonesia. Belum lagi, proyek substitusi LPG itu bisa menekan impor LPG hingga 1 juta ton per tahun.
"Bapak Ibu sekalian proyek ini mempunyai makna krusial lantaran sudah masuk dalam proyek strategis nasional dengan kapabilitas 1,4 juta ton DME ini setara dengan sekitar 1 juta ton LPG," ujarnya saat meresmikan proyek DME, Tanjung Enim, Rabu (29/4/2026).
Kelak, akomodasi pengolahan tersebut bakal mengolah sekitar 7 juta ton batu bara per tahun nan seluruhnya berasal dari tambang Tanjung Enim. PTBA mengoptimalkan pemanfaatan batu bara kalori rendah nan selama ini belum terutilisasi secara maksimal di dalam negeri.
"Kami mengolah batubara loreng, jadi batu bara nan memang belum terutilisasi selama ini dan jumlahnya di Indonesia banyak. Jadi sekali proyek ini melangkah insya Allah kelak jika terus berkembang kita bisa mengutilisasi batubara loreng di Indonesia," jelasnya.
Di lain sisi, nantinya Pertamina bakal bertindak sebagai penyerap (offtaker) produk DME tersebut untuk didistribusikan kepada masyarakat. Langkah pengalihan dari LPG ke DME ini diharapkan bisa menghemat devisa negara nan selama ini tersedot untuk impor bahan bakar gas.
"DME ini ditujukan dan diserap kelak oleh Patraniaga, Pertamina. Terima kasih Bu Ema menyerap produk kami dan insya Allah mensubstitusi LPG nan selama ini tetap import. Jadi ini adalah proyek untuk memperkuat ketahanan daya nasional," paparnya.
Pabrik hilirisasi ini berdiri di dalam area Bukit Asam Industrial Estate (Beki) seluas 585 hektare di Muara Enim, Sumatera Selatan. Pasokan daya untuk operasional pabrik didukung oleh PLTU Sumsel 8 berkapasitas 2x660 MW nan merupakan pembangkit listrik mulut tambang terbesar di Asia Tenggara dengan teknologi ramah lingkungan.
Selain akibat energi, proyek raksasa ini diproyeksikan bisa menyerap 5.380 tenaga kerja, nan terdiri dari 4.300 orang pada fase bangunan dan 1.010 orang pada fase operasi. Perusahaan berkomitmen untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal dari wilayah sekitar tambang seperti Muara Enim dan Lahat.
Selain pengembangan DME, PTBA juga tengah menginisiasi beragam proyek hilirisasi lain seperti pengolahan batu bara menjadi gas pipa (SNG) untuk kebutuhan industri, serta pengolahan batu bara menjadi bahan bakar cair (liquid fuel) berupa bensin dan solar. Perusahaan juga telah meluncurkan produk kalium humat untuk meningkatkan kesuburan tanah guna mendukung ketahanan pangan nasional.
(Firda Dwi Muliawati/pgr)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·