Tekan Impor, Danantara-INA Investasi Rp3,37 Triliun di Proyek Chandra Asri

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Tekan Impor, Danantara-INA Investasi Rp3,37 Triliun di Proyek Chandra Asri

Danantara Indonesia berbareng Indonesia Investment Authority (INA) menandatangani perjanjian investasi dengan Chandra Asri Group. (Foto: Okezone.com/IMG)

JAKARTA – Danantara Indonesia berbareng Indonesia Investment Authority (INA) menandatangani perjanjian investasi dengan Chandra Asri Group untuk pengembangan proyek Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten.

Penandatanganan Conditional Share Subscription Agreement (CSSA) ini menandai tahap komitmen modal lanjutan setelah Nota Kesepahaman sebelumnya. Dalam struktur investasi tersebut, Danantara dan INA bakal menanamkan biaya sebesar USD 200 juta (sekitar Rp3,37 triliun) dari total nilai proyek nan mencapai USD 800 juta (sekitar Rp13,5 triliun).

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa proyek CA-EDC merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional nan difokuskan pada penguatan produksi bahan baku kimia esensial dalam negeri, khususnya Caustic Soda dan Ethylene Dichloride (EDC). Kehadiran akomodasi ini ditargetkan bisa mengurangi ketergantungan impor bahan baku krusial bagi beragam sektor industri, sekaligus memperkuat agenda hilirisasi nasional.

"Perjanjian hari ini menegaskan komitmen Danantara Indonesia untuk memperkuat industri-industri strategis nasional nan memberikan nilai tambah tinggi, menciptakan lapangan kerja, serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kolaborasi ini tidak hanya sebagai respons terhadap ketergantungan impor, tetapi juga sebagai langkah nyata mempercepat hilirisasi, kunci penggerak ekonomi Indonesia," ujarnya dalam pernyataan tertulis, Selasa (3/3/2026).

Pandu menambahkan, kerjasama ini merupakan langkah konkret memperkuat industri strategis berbobot tambah tinggi dan mendorong percepatan hilirisasi sebagai motor pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Pengganti Sementara Ketua Dewan Direktur INA, Eddy Porwanto, menyatakan investasi ini sejalan dengan mandat jangka panjang INA untuk menempatkan modal pada sektor prioritas nasional. Kolaborasi dengan Chandra Asri sebagai pelaku industri petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia bakal memperkuat fondasi permodalan dan daya saing industri kimia nasional.

"Investasi ini mencerminkan mandat jangka panjang INA untuk menggerakkan modal pada sektor-sektor nan menjadi prioritas nasional," kata Eddy.

Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menyambut masuknya Danantara dan INA sebagai mitra strategis. Proyek CA-EDC diharapkan bisa secara signifikan menekan impor bahan kimia strategis, memperkuat rantai pasok domestik, serta mendukung hilirisasi industri.

Pembangunan akomodasi ini diperkirakan menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja selama masa bangunan dan 250 tenaga kerja saat beroperasi.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com