Teheran Tegaskan Peradaban Iran tidak Tergoyahkan oleh Ancaman Donald Trump

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Teheran Tegaskan Peradaban Iran tidak Tergoyahkan oleh Ancaman Donald Trump Serangan AS-Israel ke Iran.(Al Jazeera)

PEMERINTAH Iran menegaskan bahwa tidak ada ancaman eksternal nan bisa merusak peradaban bangsa tersebut nan telah berakar kuat selama ribuan tahun. Pernyataan ini muncul sebagai respons langsung terhadap retorika keras Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di tengah eskalasi bentrok di area Timur Tengah.

Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menyampaikan penegasan tersebut menanggapi ancaman Trump nan menyatakan Washington siap menghancurkan seluruh peradaban Iran jika tuntutan AS tidak dipenuhi.

"Suatu bangsa nan mempunyai kepercayaan penuh bakal kebenaran jalannya akan mengerahkan seluruh kapabilitas dan kemampuannya untuk melindungi kewenangan dan kepentingannya nan sah,” tulis Mohajerani melalui platform X pada Selasa (7/4).

Prioritas Keamanan Nasional

Mohajerani menekankan bahwa keamanan nasional tetap menjadi prioritas utama pemerintah Teheran. Ia menyatakan bahwa Iran bakal mengelola situasi krisis ini dengan penuh kehati-hatian namun tetap tegas dalam mempertahankan kedaulatannya.

Sebelumnya, Donald Trump mengeluarkan ultimatum keras untuk mengebom prasarana vital Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan di seluruh negeri. Ancaman tersebut bakal direalisasikan jika Teheran kandas membuka kembali Selat Hormuz dan mencapai kesepakatan diplomatik pada pemisah waktu Selasa pukul 20.00 EDT alias Rabu (8/4) pukul 07.00 WIB.

Konteks Eskalasi Kawasan:

  • 28 Februari 2026: Awal serangan campuran Israel dan AS terhadap Iran.
  • Respons Iran: Serangan jawaban menggunakan pesawat nirawak (drone) dan rudal ke Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk nan menampung aset militer AS.
  • Dampak Global: Penutupan Selat Hormuz mengganggu pasar daya global, logistik, dan penerbangan internasional.

Dampak Serangan Balasan

Konfrontasi militer nan berjalan sejak akhir Februari telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan prasarana nan signifikan di kedua belah pihak. Serangan jawaban Iran ke sejumlah titik strategis di Timur Tengah dilaporkan telah mengganggu stabilitas pasar dunia secara luas.

Meskipun berada di bawah tekanan militer dan ekonomi nan hebat, Teheran melalui pernyataan Mohajerani menunjukkan sikap tidak bakal mundur. Ketegangan ini sekarang memasuki fase krusial seiring berakhirnya tenggat waktu nan ditetapkan oleh Washington, sementara organisasi internasional terus memantau potensi akibat lebih luas terhadap keamanan dunia. (Anadolu/Ant/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia