Tegas! Harga BBM Pertalite dan Solar Subsidi Dipastikan Tak Naik

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pemerintah tidak bakal meningkatkan nilai bahan bakar minyak (BBM) subsidi, khususnya Pertalite, meskipun nilai BBM non subsidi seperti Pertamax mengalami penyesuaian.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menjelaskan bahwa sistem penentuan nilai BBM non subsidi berbeda dengan BBM subsidi. Pasalnya, produk non subsidi mengikuti pergerakan nilai pasar, sehingga ketika nilai minyak bumi meningkat, penyesuaian nilai menjadi susah dihindari.

"Nah jika bicara BBM non subsidi, seperti Pertamax, harganya ini kan memang mekanismenya dilepaskan ke nilai pasar. Jadi ketika nilai minyak ini naik, mau tidak mau ada penyesuaian," ujar Anggia ditemui di Kementerian ESDM, Kamis (11/6/2026).

Lebih lanjut, dia menyebut komponen pembentuk nilai BBM tidak hanya dipengaruhi oleh nilai minyak mentah alias produk BBM itu sendiri. Namun terdapat sejumlah aspek lain nan turut menentukan, seperti biaya distribusi, biaya penyimpanan, pajak, dan beragam komponen biaya lainnya.

"Tapi nan paling krusial adalah teman-teman, pengarahan dari Presiden Prabowo jelas kepada Pak Bahlil, bahwa golongan nan paling rentan, masyarakat miskin, nan paling terdampak, nan banyak menggunakan terutama BBM subsidi, ini nan kudu dijaga," kata dia.

Sebelumnya, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan daya dan tidak mengambil kewenangan golongan nan berkuasa menerima subsidi. Hal tersebut merespons kekhawatiran adanya perpindahan konsumen ke BBM bersubsidi seperti Pertalite.

"Himbauan bijak menggunakan daya dan kesadaran untuk tidak mengambil kewenangan penerima subsidi ini terus digaungkan," ujarnya kepada CNBC Indonesia, dikutip Kamis (11/6/2026).

Roberth mengatakan penyesuaian nilai BBM non subsidi jenis Pertamax dilakukan dengan tetap memperhatikan daya beli dan roda perekonomian nasional. Di sisi lain, nilai BBM bersubsidi tidak mengalami penyesuaian dan tetap dijual sesuai ketentuan nan berlaku.

Menurutnya, aspek nilai pasar dan nilai keekonomian menjadi salah satu argumen dilakukannya penyesuaian harga. Setelah dilakukan koordinasi dengan regulator, penyesuaian nilai Pertamax akhirnya dilakukan.

"Lebih kepada proses upaya hulu ke hilir penyediaan daya nan sesuai kordinasi dengan regulator perlu bergerak dan beradaptasi atas kondisi terkini menanggapi kejadian saat ini," tambahnya.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News