TASPEN Beri Santunan Rp 283 Juta untuk Guru Korban Kecelakaan KRL

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta - PT TASPEN (Persero) dengan sigap memberikan faedah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Tabungan Hari Tua (THT) senilai total Rp 283.227.000 kepada mahir waris Almarhumah Nurlaela, seorang pembimbing SD Negeri Pulo Gebang 11 Petang nan merupakan salah satu korban jiwa dalam kecelakaan kereta di Bekasi Timur.

Penyerahan santunan dilakukan secara langsung oleh Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Rano Karno kepada Heris Rusman selaku mahir waris korban nan disaksikan oleh Direktur Utama TASPEN, Rony Hanityo Aprianto dan Direktur Operasional TASPEN, Tribuna Phitera Djaja di Balai Kota DKI Jakarta.

"Kami turut berdukacita sedalam-dalamnya atas wafatnya Ibu Nurlaela. Dedikasi beliau sebagai tenaga pendidik adalah jasa nan besar bagi bangsa. Melalui proses nan sigap dan transparan, kami pastikan seluruh kewenangan almarhumah tersampaikan kepada family untuk membantu menjaga keberlangsungan hidup dan pendidikan putra beliau," ujar Corporate Secretary TASPEN, Henra, dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4/2026).

Total santunan sebesar Rp 283.227.000 nan diberikan pada Selasa (28/4) ini terdiri atas dua komponen utama. Pertama, faedah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp 227.076.400 nan mencakup santunan kematian, duit duka tewas, biaya pemakaman, dan support danasiwa pendidikan anak.

Selanjutnya, terdapat faedah Tabungan Hari Tua (THT) sebesar Rp 56.150.600. Pemberian faedah ini merupakan corak perlindungan komprehensif nan dihadirkan negara melalui TASPEN dalam menjamin kesejahteraan ASN dan keluarganya saat menghadapi akibat kerja.

Santunan JKK dari TASPEN tidak hanya memberikan support finansial jangka pendek, tetapi juga support berkepanjangan melalui danasiwa pendidikan bagi anak mahir waris sebesar Rp 45.000.000. Hal ini dirancang agar akibat kerja nan dialami oleh ASN tidak memutus angan masa depan generasi penerus mereka.

Hal ini sejalan dengan upaya TASPEN dalam memberikan jasa nan cepat, tepat, dan transparan sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan menyeluruh bagi ASN dan keluarganya.

Proses pencairan faedah JKK nan berjalan sigap juga tidak terlepas dari sinergi dan support Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam percepatan manajemen dan pengesahan info peserta. Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata komitmen berbareng antarinstansi dalam memberikan pelayanan nan responsif dan tepat waktu.

"Mewakili Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kami menyampaikan duka cita nan mendalam atas berpulangnya Almarhumah Nurlaela nan menjadi korban kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Peristiwa ini meninggalkan duka nan mendalam, tidak hanya bagi family nan ditinggalkan tapi bagi kita semua. Terima kasih kepada TASPEN nan telah menyerahkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Tabungan Hari Tua sebagai corak tanggung jawab dan kepedulian kepada family korban. Kami tau perihal ini tidak dapat menggantikan rasa duka bagi keluarga, namun setidaknya bisa meringankan beban family nan ditinggalkan di tengah duka nan mendalam. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan dalam setiap aktivitas sekaligus perlunya meningkatkan kewaspadaan bagi para pekerja," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.

Sebagai pengelola agunan sosial ASN, TASPEN terus beralih bentuk menjadi Center of Excellence. TASPEN berkomitmen untuk selalu menghadirkan jasa nan proaktif agar setiap peserta mendapatkan perlindungan optimal tanpa prosedur nan berbelit-belit.

Penyaluran santunan ini juga menjadi bukti penerapan TASPEN dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan sosial melalui penyelenggaraan agunan sosial nan profesional.

"Negara datang melalui TASPEN untuk memastikan ASN dan keluarganya tidak merasa sendirian saat menghadapi akibat kerja. Kecepatan jasa adalah prioritas utama kami," tutup Henra. (prf/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News