Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia mempertimbangkan Bali sebagai letak untuk pembangunan pusat finansial internasional alias international financial center Indonesia.
Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Menteri koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Senin (27/4/2026), saat ditemui di kantornya, Jakarta.
"Ya tentu kita lihat ada kesempatan untuk financial center, untuk kita juga mempersiapkan. Dengan adanya perubahan geopolitik, maka Bali menjadi menarik," ujar Airlangga.
Untuk proses pembangunannya, Airlangga mengatakan, pemerintah saat ini tengah mempersiapkan regulasinya terlebih dahulu. Nantinya, pengelola Pusat Keuangan Global di Indonesia kata Airlangga bakal berasal dari lembaga non-pemerintah, meskipun ada opsi turut dikelola oleh BPI Danantara.
"Seberapa jauh izin itu bisa mengakomodasi apa nan diminta oleh pendirian daripada financial center alias family office. Financial center kan seluruhnya dikelola oleh, dalam tanda petik non-pemerintah, tetapi jika Danantara mengelola boleh juga," ucap Airlangga.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga mengaku sudah sepakat dengan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di bawah kepemimpinan Luhut Binsar Panjaitan mengenai pembentukan Pusat Keuangan Internasional (International Financial Center) di Indonesia.
Namun, Purbaya mengatakan, pusat finansial internasional ini nantinya bakal didirikan di Indonesia bukan dalam corak Family Office sebagaimana nan beredar selama ini, melainkan dalam corak Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor Jasa Keuangan.
"Sebetulnya bukan family office, kelak area ekonomi unik untuk financial sector," kata Purbaya Gedung BPPK, Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Purbaya mengatakan, sudah ada referensi pembangunan KEK sektor Jasa Keuangan nan paling cocok dengan di Indonesia, ialah nan telah terbangun di Dubai. Karenanya, dia menilai proyek pembangunan KEK sektor Jasa Keuangan bakal bisa terbangun dalam waktu cepat.
"Yang masuk untuk saya adalah nan model Dubai, gitu. Kita bakal kejar dalam waktu dekat," ujar Purbaya.
Menurut Purbaya, Presiden Prabowo Subianto pun telah sepakat untuk membangun KEK Jasa Keuangan. Pembangunan proyek itu kata dia bakal dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
"Presiden sudah memberikan perintah dan petunjuk. Jadi Pak Menko Perekonomian bakal lead timnya, nantikan kita bantu dari situ," paparnya.
(arj/haa)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·