Target Sebulan, Gus Kikin Percepat Susun Kepengurusan Baru PBNU

Sedang Trending 55 menit yang lalu

Surabaya, CNN Indonesia --

Ketua Umum PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin membuka kesempatan percepatan pembentukan struktur kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hasil Muktamar Ke-35 NU. Proses nan semula ditargetkan rampung paling lama satu bulan itu disebut berpotensi selesai lebih cepat.

Pimpinan Sidang Pleno V Muktamar Ke-35 NU, Prof Ganefri, menjelaskan bahwa setelah Ketua Umum PBNU ditetapkan, tahapan selanjutnya adalah menyusun rencana penyelenggaraan formaturan. Tim formatur diberi amanah membentuk struktur kepengurusan dalam waktu paling lama satu bulan.

Tim formatur terdiri dari H Abdul Qahar Yelipele mewakili Papua Pegunungan, H Amar Manaf dari Maluku, Prof Mansur Ma'shum mewakili NTB, dan KH Muhammad Wildan Salman dari Kalimantan Selatan. Selain itu, ada KH Abdul Ghaffar Rozin mewakili Jawa Tengah, Prof Ganefri mewakili Sumatra, serta tuan rumah KH Abdul Matin Djawahir Tuban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gus Kikin menegaskan bahwa sasaran satu bulan merupakan pemisah maksimal, sehingga tidak menutup kemungkinan penyusunan kepengurusan selesai lebih cepat.

"Ya enggak tahu, kelak kita lihat aja. Tapi itu kan sasaran maksimal satu bulan. Itu kan butuh sigap juga, kelak kita lihat aja. Jadi semestinya bisa dipercepat," kata Gus Kikin, Selasa (1/9).

Menurutnya, pengisian struktur menjadi pekerjaan awal nan kudu diselesaikan sebelum PBNU menjalankan program-program organisasi.

"Programnya tetap aja 1 bulan, itu kita ngisi dulu organisasi. Tanpa itu kita gimana mau kerja," ujarnya.

Terkait empat kandidat calon ketua umum lain nan tak terpilih, seperti KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa), KH Abdussalam Sochib (Gus Salam), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan KH Abdul Ghofar Rozin, maupun nama-nama lain, Gus Kikin memastikan seluruh potensi nan ada di tubuh NU bakal diakomodasi dan dioptimalkan.

"Kita bakal coba kita wadahi. Karena itu memang potensi-potensi nan ada itu memang kudu kita optimalkan," katanya.

Gus Kikin mengatakan, dia bakal berpegang teguh pada Qanun Asasi dalam menjalankan kepemimpinannya di NU masa khidmah 2026-2031 nanti. Di sana, kata dia sudah ada pedoman untuk pembangunan sumber daya manusia, ekonomi, dan nilai-nilai lainnya.

"Pembangunan SDM, itu ada di kitab Qanun Asasi itu. Nah ini, kelak kita pertimbangkan semuanya agar semuanya itu kelak bisa melangkah bagus, jadi SDM-nya bagus, dan kemudian nan lain-lain, ekonomi juga itu kita optimalkan, gimana ekonomi kita, tanah juga di NU ini," katanya.

"Jadi kitab di situ itu nampak bahwa NU itu di kitab itu sangat-sangat inklusif, terbuka. Nah itu kelak ada persyaratannya, gimana masuk ke dalam NU, nah di situ itu kita kudu bersatu. Kemudian ada kebersamaan, itu inti dari NU," lanjutnya.

Seperti diketahui, KH Miftachul Akhyar dan KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin terpilih sebagai Rais Aam dan Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 dalam Muktamar ke-35 NU.

Keduanya terpilih melalui sistem musyawarah mufakat oleh sembilan ustad sepuh dan ustad khos personil Anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

(frd/isn)

placeholder

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional