BNN Pamerkan Pengungkapan 8,07 Ton Narkoba dalam 2 Bulan

Sedang Trending 46 menit yang lalu

Berdasarkan empat pengungkapan tersebut, BNN menghitung sekitar 34.740.000 jiwa sukses diselamatkan dari potensi ancaman penyalahgunaan narkotika.

BNN kemudian menggunakan dugaan biaya rehabilitasi sebesar Rp 20 juta per orang selama enam bulan. Dengan kalkulasi tersebut, potensi biaya nan dapat dihemat negara mencapai Rp 694,8 triliun.

“Fakta ini menegaskan bahwa setiap rupiah nan dianggarkan kepada BNN telah menghasilkan perlindungan negara nan berbobot ratusan kali lipat lebih besar,” tegas Tantan.

Paparan capaian tersebut disampaikan berbarengan dengan permintaan tambahan anggaran BNN untuk 2027 sebesar Rp 5,05 triliun. Tambahan anggaran itu terdiri atas Rp 3,54 triliun dalam corak pinjaman luar negeri dan Rp 1,51 triliun dari Rupiah Murni.

Adapun BNN saat ini mendapat pagu anggaran sebesar Rp 1,44 triliun untuk 2027. Jumlah tersebut turun Rp 69,55 miliar alias 4,59 persen dibandingkan pagu awal 2026 sebesar Rp 1,51 triliun.

Tantan mengatakan keterbatasan anggaran berakibat pada sejumlah kebutuhan jasa publik dan program prioritas BNN nan belum memperoleh alokasi.

“Alokasi untuk menunjang tugas kegunaan seperti shopping jasa publik mengenai rehabilitasi, uji narkotika, jasa asesmen terpadu, dan shopping prioritas nasional, serta shopping prioritas lembaga dan reguler tidak dapat terpenuhi alias sebesar Rp 0,” katanya.

Menurut Tantan, kondisi tersebut berpotensi menghalang penyelenggaraan program pencegahan dan pemberantasan narkotika.

“Sehingga BNN tidak dapat mendukung penyelenggaraan Asta Cita Presiden dan program kerja prioritas nasional dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba,” ujarnya.

Ia menambahkan, tantangan pemberantasan narkotika saat ini semakin kompleks. Perubahan modus operandi, luasnya jaringan peredaran gelap, serta kemunculan jenis narkotika dan pola penyalahgunaan baru menjadi tantangan nan memerlukan peningkatan kapabilitas lembaga.

“Perkembangan modus operandi, luasnya jaringan peredaran gelap narkotika, serta munculnya jenis narkotika dan pola penyalahgunaan baru menuntut BNN untuk terus meningkatkan kapabilitas dan kualitas penyelenggaraan tugas dan fungsi,” tandasnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita