Samsung Galaxy Z Fold 8 Laris Manis, Bikin Pasokan Chip Layar Menipis

Sedang Trending 21 jam yang lalu
Samsung Galaxy Z Fold 8. Foto: Habib Allbi Ferdian/kumparan

HP "paspor" Samsung Galaxy Z Fold 8 laku manis di pasaran. Meski demikian, perihal ini menyebabkan lini produksi smartphone tersebut kewalahan mengimbangi tingginya permintaan tersebut.

Laporan terbaru ZDNet Korea menyebut Samsung telah menambah jumlah pemesanan komponen untuk Z Fold 8 dari perkiraan awal. Namun, di antara beragam komponen nan dibutuhkan, pasokan chip driver layar (Display Driver IC/DDI) untuk ponsel lipat tersebut mulai seret.

DDI untuk Z Fold 8 dirancang oleh bagian Samsung System LSI, tetapi diproduksi oleh UMC—perusahaan chip asal Taiwan—menggunakan proses manufaktur 22 nanometer (nm). Masalahnya, kapabilitas produksi UMC di lini proses tersebut sudah mencapai pemisah maksimal.

Sumber industri mengenai menyebut Samsung sempat meminta UMC mempercepat produksi lewat skema "super hot run", ialah jalur produksi tercepat di pabrik semikonduktor (setelah "normal run" dan "hot run").

Samsung Galaxy Z Fold 8. Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan

Namun permintaan ini ditolak lantaran UMC juga memakai lini 22nm tersebut untuk memproduksi chip lain, sehingga susah mengubah agenda produksi secara mendadak.

DDI, adalah komponen nan dirancang unik (custom) untuk tiap model—termasuk berbeda-beda spesifikasinya di antara tiga ponsel lipat Samsung tahun ini—sehingga tidak bisa saling menggantikan.

Samsung Pinjam Stok Chip Tahun Depan

Untuk menyiasati kelangkaan ini, Samsung dikabarkan bakal menggunakan lebih dulu stok DDI nan sebenarnya sudah dialokasikan untuk keperluan pengembangan produk tahun depan, demi mengejar kebutuhan produksi massal Z Fold 8 saat ini.

Proses produksi DDI sendiri tidak instan. Bila mengikuti jalur "normal run", dibutuhkan waktu sekitar empat bulan sejak wafer mulai diproses hingga menjadi chip DDI siap pakai.

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Foto: Habib Allbi Ferdian/kumparan

Setelah itu, chip tersebut tetap kudu digabungkan dengan panel OLED buatan Samsung Display, baru kemudian dirakit menjadi unit ponsel oleh Samsung Electronics. Rantai proses nan panjang ini membikin penyesuaian kapabilitas produksi tidak bisa dilakukan secara cepat.

Tingginya animo pasar terhadap Z Fold 8 jenis paspor ini juga tergambar dari info pre-order di Indonesia. Samsung Electronics Indonesia mencatat Galaxy Z Fold 8 menjadi model paling laku di antara seluruh lini Galaxy Z 8 Series selama masa pre-order dua pekan pertama — menyumbang sekitar 6 dari 10 total pemesanan.

Head of Mobile Experience Business Samsung Electronics Indonesia, Yadi Prayitno pada Selasa (11/8), mengungkapkan bahwa kreasi ringkas menyerupai paspor menjadi daya tarik utama bagi kebanyakan konsumen nan memesan model ini.

Samsung Galaxy Z Fold 8. Foto: Habib Allbi Ferdian/kumparan

Secara keseluruhan, jumlah pre-order Galaxy Z 8 Series di Indonesia pada dua minggu pertama naik hingga 50 persen dibanding generasi sebelumnya—rekor tertinggi sepanjang sejarah lini foldable Samsung di Tanah Air.

Tren serupa juga terjadi di area Asia Tenggara dan Oseania secara lebih luas, dengan kenaikan pre-order Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra mencapai nyaris 60 persen dibanding generasi Z Fold 7. Dari sisi preferensi warna, konsumen Indonesia paling banyak memilih jenis Lavender untuk Z Fold 8.

Seri Samsung Galaxy Z Fold 8 berbareng Galaxy Z Fold 8 Ultra dan Galaxy Z Flip 8 sukses membukukan 1,44 juta unit pre-order di Korea Selatan dalam waktu sepekan, menjadikannya lini ponsel lipat dengan pemesanan awal tertinggi dalam sejarah Samsung.

Pada awal Agustus 2026, tingginya permintaan membikin Samsung kewalahan memenuhi pesanan. Di sejumlah pasar, perusahaan dilaporkan kudu menunda agenda pengiriman lantaran jumlah pesanan nan terus bertambah selama masa pre-order.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan