Tantowi Yahya membawa misi diplomasi budaya Indonesia ke tiga negara Eropa lewat konser Strings of Equator: A Musical Journey to Indonesia. Bersama Thomsell Band, konser itu digelar di Norwegia, Spanyol, dan Belanda.
Lewat konser Strings of Equator: A Musical Journey to Indonesia, Tantowi Yahya menggabungkan promosi budaya pariwisata, dan investasi Indonesia.
Strings of Equator : A Musical Journey to Indonesia merupakan pagelaran musik nan menggabungkan lagu-lagu Indonesia, lagu daerah, karya internasional, dan narasi budaya nan memperkenalkan keragaman Indonesia kepada audiens global.
Ini menjadi tahun ketiga bagi Tantowi Yahya tampil di Santa Susanna, Spanyol. Hal itu menunjukkan kepercayaan dan apresiasi nan terus tumbuh dari audiens internasional terhadap diplomasi budaya Indonesia.
Konser Strings of Equator : A Musical Journey to Indonesia digelar di Victoria National Jazz Scene, Oslo pada 24 Agustus 2026. Kemudian 28 Agustus, 31 Agustus, dan 1 September 2026 di Hotel Indalo Park Santa Susanna, Barcelona, Spanyol. Terakhir pada 4 September 2026 di Resepsi Diplomatik KBRI Den Haag, Wisma Duta RI.
Diharapkan, konser Strings of Equator: A Musical Journey to Indonesia bisa membangkitkan kesukaan visitor Eropa untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi prioritas. Kemudian menanamkan persepsi positif tentang Indonesia sebagai mitra investasi nan terbuka dan menjanjikan.
"Musik adalah jembatan paling universal antarbangsa. Melalui Strings of Equator, kami mau menyampaikan bahwa Indonesia bukan hanya negara dengan kekayaan budaya nan luar biasa, tetapi juga mitra strategis nan siap berbincang dengan dunia, baik dalam ranah pariwisata maupun investasi," kata Tantowi dalam keterangan tertulis nan diterima kumparan.
Konser Strings of Equator : A Musical Journey to Indonesia diselenggarakan berasas kerja sama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Oslo dan KBRI di Den Haag.
Strings of Equator : A Musical Journey to Indonesia mendapatkan support strategis dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Indonesiana, program pemanfaatan hasil kelola Dana Abadi Kebudayaan nan dirancang untuk memfasilitasi aktivitas budaya berakibat strategis di tingkat internasional.
Kemitraan strategis juga terjalin dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. sebagai mitra strategis misi ini. Keterlibatan BRI mempertegas komitmen bank nasional terbesar Indonesia dalam mendukung promosi Indonesia di tingkat global, sekaligus memperluas narasi BRI dari ekosistem finansial domestik menuju kehadiran aktif di panggung diplomasi internasional.
Dukungan turut datang dari PT Pertamina (Persero) nan memperkuat komposisi kemitraan multi-sektor dalam misi ini. Keterlibatan Pertamina menempatkan perusahaan daya nasional sebagai bagian dari narasi Indonesia nan siap menjadi mitra strategis di panggung Eropa, khususnya di Norwegia dan Belanda nan mempunyai ekosistem industri daya nan matang.
Kemitraan strategis juga terjalin dengan Yayasan Kesetiakawanan dan Keadilan Sosial, nan turut mendukung terselenggaranya misi diplomasi budaya ini sebagai corak komitmen berbareng untuk mengangkat nama Indonesia di panggung internasional melalui jalur seni dan budaya.
"Dukungan dari Kementerian Kebudayaan melalui Dana Indonesiana, BRI, Pertamina, dan Yayasan Kesetiakawanan dan Keadilan Sosial menjadi penanda krusial bahwa diplomasi budaya Indonesia sekarang dijalankan dengan support ekosistem nan utuh dari pemerintah, sektor korporasi, sektor sosial, dan pelaku seni profesional. Inilah model diplomasi nan berkepanjangan dan dapat direplikasi," ucap Tantowi.
36 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·