Tantangan Pewarta Haji di Masjidil Haram: Antara Berita dan Bantuan Jamaah

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

, MAKKAH, – Pewarta dari Media Center Haji (MCH) menghadapi tantangan unik di Masjidil Haram, Makkah. Selain menjalankan tugas jurnalistik, mereka juga kudu membantu jamaah haji nan sering kali kebingungan di negeri orang.

Mayoritas pewarta MCH adalah wartawan nan terbiasa bekerja sigap dan cekatan. Namun, mengenakan seragam petugas haji berwarna cokelat menuntut mereka untuk memprioritaskan pelayanan kepada jamaah. Di tengah keramaian Masjidil Haram, tugas jurnalistik sering kudu ditunda demi melayani jamaah calon haji.

Berbagai permintaan support datang silih berganti, mulai dari jamaah nan terpisah dari rombongan, kehilangan jejak personil keluarga, hingga kebingungan mencari arah ke terminal kepulangan. Tidak hanya itu, mereka juga menghadapi masalah teknis seperti support menarik duit di ATM alias mencari sandal nan hilang.

Tantangan di Lapangan

Kepadatan di Masjidil Haram meningkat seiring bertambahnya jamaah. Situasi ini membikin pewarta MCH nyaris tidak mempunyai waktu untuk berdiri tak bersuara merekam video, lantaran selalu ada jamaah nan memerlukan pertolongan. Banyak jamaah nan belum memahami sistem transportasi kembali ke hotel, nan menyebabkan mereka sering tersasar.

Pewarta MCH kudu membantu jamaah menemukan jalan ke terminal nan tepat, seperti Terminal Syib Amir, Terminal Ajyad, dan Terminal Jabal Ka'bah, di mana bus Shalawat bersiaga 24 jam. Terkadang, jamaah tersesat lantaran hanya mengikuti jamaah lain tanpa mengetahui tujuan sebenarnya.

Kisah di Balik Pelayanan

Di kembali sibuknya tugas, terdapat banyak kisah menyentuh. Seorang ibu lansia ditemukan sendirian menunggu suaminya di depan Masjidil Haram, merasa lega setelah ditemani oleh petugas MCH. Ada pula jamaah lansia nan kelelahan di tengah panasnya cuaca Makkah, nan akhirnya dibantu oleh petugas dengan bangku roda.

Selain itu, ada kasus di mana jamaah ditahan lantaran mengambil gambar petugas keamanan. Pewarta MCH nan kebetulan berada di tempat kejadian membantu menyelesaikan masalah tersebut dengan menjelaskan situasi kepada petugas keamanan setempat.

Menjalankan tugas di Masjidil Haram memberikan pelajaran berbobot bagi para pewarta. Mereka kudu mengesampingkan kepentingan pribadi dan jurnalistik demi membantu jamaah. Walaupun lelah, rasa puas dan senyum tulus dari jamaah menjadi jawaban nan lebih dari cukup.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional