Harga ICP Mei 2026 turun menjadi US$106,56 per barel(Dok. MetroTv)
HARGA rata-rata minyak mentah Indonesia alias Indonesian Crude Price (ICP) pada Mei 2026 ditetapkan sebesar US$106,56 per barel. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan posisi April 2026 nan berada di level US$117,31 per barel.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Laode Sulaeman, menyatakan bahwa penurunan ICP sebesar 10,75 dolar AS per barel ini sejalan dengan tren pelemahan harga minyak mentah utama dunia, terutama jenis Dated Brent. Menurutnya, kondisi ini dipicu oleh meredanya ketegangan geopolitik di area Timur Tengah.
"Rata-rata ICP bulan Mei 2026 ditetapkan US$106,56 per barel. Perkembangan positif ini secara umum dipengaruhi oleh perbaikan pasokan dunia seiring meredanya bentrok geopolitik global," ujar Laode dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (6/6).
Laode menjelaskan, pasar minyak dunia merespons sinyal deeskalasi bentrok antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Kebijakan Presiden AS Donald Trump nan memberikan sinyal positif mengenai kesempatan berakhirnya bentrok serta kemajuan negosiasi dengan Iran menjadi aspek kunci. Selain itu, pembatalan rencana serangan lanjutan ke Iran dan pengecualian hukuman sementara terhadap minyak Rusia turut menekan nilai di pasar internasional.
Selain aspek geopolitik, penurunan nilai juga didorong oleh melemahnya prospek permintaan global. International Energy Agency (IEA) memperkirakan permintaan minyak bumi turun 420 ribu barel per hari menjadi sekitar 104 juta barel per hari, dengan penurunan terdalam terjadi pada Triwulan II 2026.
Di area Asia, penurunan impor minyak mentah tercatat di China, Jepang, Korea Selatan, dan India. Aktivitas pengolahan minyak mentah di China apalagi menyentuh level terendah dalam 44 bulan terakhir, ialah turun 5,8% secara tahunan menjadi 13,35 juta barel per hari.
Perbandingan Harga Minyak Mei vs April 2026:
- ICP Indonesia: Turun US$10,75 dolar AS (dari US$117,31 ke US$106,56 per barel).
- Dated Brent: Turun US$12,99 (dari US$120,55 ke US$107,55 per barel).
- Brent (ICE): Naik US$1,25 menjadi US$103,71 per barel.
- WTI (Nymex): Naik US$0,45 menjadi US$98,51 per barel.
- Basket OPEC: Naik US$3,45 menjadi US$112,24 per barel.
Pemerintah menegaskan bakal terus memantau dinamika pasar daya dunia untuk menjaga stabilitas pasokan dan nilai daya nasional. "Kami berkomitmen menjaga ketahanan daya nasional dan memastikan kesiapan pasokan bagi masyarakat melalui langkah-langkah antisipatif," pungkas Laode. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·