Tanpa Bentakan, Ini 5 Tips Positive Parenting Agar Anak Tumbuh Percaya Diri

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Tanpa Bentakan, Ini 5 Tips Positive Parenting Agar Anak Tumbuh Percaya Diri ilustrasi(freepik)

PENERAPAN pola asuh positif (positive parenting) dinilai efektif membantu anak tumbuh dengan rasa aman, percaya diri, dan mempunyai keahlian mengelola emosi secara matang. Pendekatan ini mengutamakan pengarahan tanpa perlu mengandalkan bentakan alias balasan keras.

Dalam kerangka positive parenting, orangtua menempatkan diri sebagai pembimbing nan membantu anak memahami pemisah aturan, mengenali emosi, serta memetik pelajaran dari kesalahan. Metode ini berfokus pada komunikasi nan hangat, disiplin nirkekerasan, dan apresiasi terhadap setiap proses tumbuh kembang anak.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa intervensi pengasuhan berbasis bukti terbukti bisa mempererat ikatan hubungan orang tua dan anak, menekan pola asuh keras, serta menjaga kesehatan mental anak.

Lima Langkah Menerapkan Positive Parenting

Guna membimbing anak agar tumbuh menjadi pribadi nan percaya bakal kemampuannya, berikut lima tips pengasuhan positif nan dapat diterapkan sehari-hari:

1. Gunakan Komunikasi Tenang dan Hindari Membentak

Meski bentakan dapat menghentikan tindakan anak seketika, langkah ini tidak memberikan pemahaman mengenai argumen di kembali suatu aturan. Orang tua disarankan berbincang dengan nada tenang serta menjelaskan akibat logis dari tindakan anak agar mereka merasa dihargai.

2. Dengarkan dan Validasi Perasaan Anak

Berikan ruang bagi anak untuk mengekspresikan emosinya tanpa terburu-buru menghakimi. Saat anak merasa marah alias kecewa, bantu mereka mengenali emosi tersebut dan arahkan langkah mengelolanya dengan baik.

3. Apresiasi Proses dan Usaha, Bukan Hanya Hasil

Dukungan atas keberanian mencoba dan proses belajar sangat efektif membangun kepercayaan diri. Ganti dorongan seperti “Kamu kudu menang” menjadi ungkapan positif seperti “Kamu sudah berupaya dengan sangat baik dan terus belajar.”

4. Beri Ruang untuk Pengambilan Keputusan Sederhana

Memberikan pilihan nan sesuai dengan tingkatan usia membantu anak belajar berdikari dan bertanggung jawab. Momen sederhana seperti memilih busana sendiri alias menentukan opsi permainan bakal membikin anak merasa dipercaya.

5. Jadilah Teladan dalam Mengendalikan Emosi

Anak menyerap perilaku dari contoh nan ditunjukkan orang tua. Menghadapi masalah dengan tenang serta menunjukkan bahwa kesalahan merupakan perihal wajar nan bisa diselesaikan lewat perbincangan bakal menjadi teladan berbobot bagi anak.

Tetap Konsisten Beraturan

Penerapan pola asuh positif bukan berfaedah membiarkan anak bertindak bebas tanpa batasan. Orang tua tetap diwajibkan menegakkan patokan nan jelas dan konsisten, namun disampaikan dengan pendekatan nan saling menghormati.

Badan PBB untuk Anak (UNICEF) menegaskan bahwa anak berkembang jauh lebih optimal saat merasa dicintai, aman, dan dipahami. Melalui pola komunikasi nan hangat dan lingkungan nan mendukung, orang tua dapat mengantarkan anak tumbuh menjadi pribadi nan berdikari dan berbudi pekerti kuat. (Ant/P-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia