Jakarta -
Saham emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) keluar dari MSCI Global Standard Indexes berasas hasil Tinjauan Indeks Agustus (August Index Review 2026) nan dirilis pada 12 Agustus 2026 dan bertindak efektif 31 Agustus 2026. Menanggapi ini, Head of Corporate Affairs GoTo Audrey Petriny mengatakan perusahaan memperhatikan keputusan MSCI mengenai eksklusi GoTo dari indeks sahamnya, dan perseroan menyadari bahwa ini merupakan berita nan kurang menyenangkan bagi banyak pemegang saham kami.
"Keputusan ini murni berkarakter teknis, menyusul nilai saham GoTo nan berada di level terendah Rp50 dan diikuti dengan volume perdagangan nan rendah dan tidak disebabkan oleh keahlian Perseroan," kata Audrey Petriny dalam keterangan tertulis, Kamis (13/8/2026).
Dia menjelaskan keahlian perseroan di kuartal kedua justru mencatatkan untung bersih dua kuartal berturut-turut, dengan untung bersih mencapai Rp 252 miliar dan pendapatan bersih sebesar Rp 5,7 triliun. Selain itu, EBITDA Grup nan disesuaikan juga meningkat hingga menembus nomor Rp1 triliun untuk pertama kalinya dan tetap on-track untuk mencapai pedoman keahlian tahunan kami dengan EBITDA grup nan disesuaikan Rp 3,2-3,4 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keputusan peninjauan indeks dilakukan secara berkala dan kami bakal terus menjalin perbincangan aktif dengan MSCI. Sementara itu, kami bakal tetap konsentrasi mengelola upaya untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham," tutur Audrey.
Selain GOTO, saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) juga dikeluarkan dari Indeks Standar Global MSCI. Hanya saja, saham CPIN keluar tapi ditambahkan dalam MSCI Global Small Cap Indexes.
"Adapun GOTO tetap tercatat masuk dalam indeks utama di BEI diantaranya LQ45, IDX30, IDX80, dan KOMPAS100. Ketiganya menjadi referensi bagi penanammodal dan manajer investasi menilai sebuah saham menjadi pilihan investasi," tutupnya.
(ega/ega)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·