Penanganan banjir di Kota Padang, Sumatra Barat.(MI/Yose Hendra)
PEMERINTAH Kota Padang bergerak sigap menanggulangi akibat banjir nan menerjang wilayah Kota Padang pada Senin (3/8). Selain memicu genangan di area pemukiman, banjir tersebut turut mengganggu aktivitas sektor pendidikan dengan mencatat sedikitnya 92 satuan pendidikan terdampak, mulai dari jenjang PAUD, SD, PKBM, hingga SMP.
Guna memastikan percepatan pemulihan, Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau langsung kondisi SMP Negeri 41 Padang pada Selasa (4/8). Sekolah tersebut menjadi salah satu letak nan mengalami akibat cukup parah. Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Yopi Krislova, Kalaksa BPBD Hendri Zulviton, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Fadelan Fitra Masta, serta jejeran majelis pembimbing SMPN 41 Padang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, menyampaikan bahwa berasas pendataan sementara, terdapat 92 sekolah nan terdampak genangan air. Rincian tersebut mencakup 38 TK dan PAUD, 1 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), 43 Sekolah Dasar (SD), serta 10 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dari seluruh akomodasi nan terdampak, SMPN 41 dan SMPN 27 tercatat sebagai sekolah nan mengalami kerusakan paling berat.
"Dari info nan baru kami himpun, ada sekitar 92 sekolah terdampak. Hari ini kami mendampingi Pak Wali Kota meninjau SMPN 41 nan kondisinya cukup parah. Sebenarnya sekolah nan mengalami akibat paling berat ada dua, ialah SMPN 41 dan SMPN 27," ujar Yopi.
Sebagai langkah penanganan awal, aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah terdampak untuk sementara waktu diliburkan. Kebijakan ini diambil mengingat banyak tenaga pendidik nan juga menjadi korban banjir dan saat ini tetap berfokus membersihkan kediaman masing-masing. Pemerintah Kota Padang mengutamakan keselamatan serta kesiapan seluruh akomodasi sebelum proses pembelajaran kembali dibuka.
"Kami berharap, sebagaimana pengarahan Pak Wali Kota, dalam dua hari ini pembersihan rampung dilaksanakan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, besok alias lusa, proses belajar mengajar sudah bisa dimulai kembali," pungkas Yopi.
Saat ini, Pemerintah Kota Padang berbareng BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, dan pihak sekolah terus berkoordinasi melakukan pembersihan material lumpur serta pemulihan sarana dan prasarana. Langkah sinergis ini ditargetkan rampung dalam waktu dua hari agar aktivitas sekolah dapat melangkah normal kembali secara kondusif dan nyaman bagi para siswa maupun tenaga pendidik. (YH/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·