Tangani Asap Lintas Batas dari Kalimantan, Malaysia Mulai Penyemaian Awan di Sarawak

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Tangani Asap Lintas Batas dari Kalimantan, Malaysia Mulai Penyemaian Awan di Sarawak Ilustrasi kabut asap akibat karhutla.(Dok. Antara)

PEMERINTAH Malaysia resmi memulai operasi penyemaian awan selama tiga hari di wilayah Sarawak bagian timur, Kamis (3/9). Langkah strategis ini diambil untuk memulihkan ketinggian air di sejumlah waduk utama sekaligus menekan akibat kabut asap nan mulai menyelimuti area tersebut.

Operasi ini difokuskan pada area waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) penting, ialah Batang Ai, Bakun, dan Murum. Selain itu, otoritas setempat merencanakan penerbangan lanjutan di atas wilayah tangkapan air kritis di seluruh negara bagian Sarawak guna memastikan kesiapan pasokan air.

Wakil Kepala Menteri Sarawak, Douglas Uggah Embas, menjelaskan bahwa intervensi cuaca ini sangat krusial untuk meningkatkan persediaan air waduk. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi kejadian cuaca nan diprediksi bakal jauh lebih panas dan kering pada Oktober mendatang.

Dampak El Nino dan Kebakaran Hutan

Kondisi kekeringan di Sarawak diperparah oleh situasi di negara tetangga, Indonesia, nan tengah menghadapi musim tandus berkepanjangan akibat kejadian El Nino. Kondisi ekstrem ini memicu kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan masif di wilayah Sumatra dan Kalimantan.

Berdasarkan info nan dihimpun, nyaris 95.000 hektare lahan di Indonesia terbakar pada Juli saja. Sementara itu, Kementerian Kehutanan memperkirakan total luas lahan nan terbakar secara nasional telah mencapai sekitar 202.000 hektare hingga akhir Juli.

Malaysia dilaporkan telah meminta izin kepada pemerintah Indonesia di Jakarta untuk melakukan operasi penyemaian awan dengan memanfaatkan wilayah udara Indonesia. Langkah ini bermaksud untuk menangani kabut asap nan berasal dari titik-titik api di area perbatasan.

Mekanisme Penyemaian Awan

Penyemaian awan alias cloud seeding dilakukan dengan menyebarkan partikel berbahan dasar garam ke dalam awan nan mempunyai potensi hujan. Teknologi modifikasi cuaca ini diharapkan dapat memicu presipitasi guna membantu memulihkan persediaan air di waduk serta membersihkan polutan rawan nan terkandung dalam kabut asap di udara.

Sarawak, nan berbagi perbatasan darat langsung dengan provinsi-provinsi di Kalimantan, Indonesia, menjadi salah satu wilayah nan paling terdampak secara geografis ketika kebakaran rimba terjadi di Pulau Kalimantan. (Ant/H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia