
Tanda-Tanda Anak Depresi, Jangan Sampai Kecolongan, Moms! (Foto: Freepik)
JAKARTA - Viral kasus bocah berumur 10 tahun asal Nusa Tenggara Timur nan meninggal bumi menjadi duka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Siswa sekolah dasar tersebut tutup usia setelah mengalami tekanan emosional berat akibat kondisi family nan tidak bisa membelikan perangkat tulis sekolah.
Peristiwa ini menjadi sorotan bagi masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih memahami depresi pada anak. Depresi tidak hanya dialami oleh orang dewasa. Anak-anak pun bisa mengalami tekanan emosional nan mendalam, meski sering kali tidak disadari oleh orang-orang di sekitarnya.
Banyak orang tua menganggap perubahan sikap anak sebagai perihal nan wajar dan sekadar fase tumbuh kembang, kelelahan, alias kenakalan biasa. Padahal, di kembali sikap diam, mudah marah, alias menarik diri, bisa tersimpan emosi sedih, takut, dan putus asa nan susah diungkapkan oleh anak.
Berbeda dengan orang dewasa, anak belum mempunyai keahlian untuk memahami dan menamai emosi nan mereka rasakan. Mereka juga kerap tidak tahu gimana langkah meminta pertolongan. Akibatnya, kondisi depresi pada anak sering muncul dalam corak perubahan perilaku, kebiasaan, alias keluhan bentuk nan terlihat sepele.
Jika tidak dikenali sejak dini, depresi dapat memengaruhi perkembangan emosi, hubungan sosial, hingga prestasi akademik anak dalam jangka panjang.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·