Ilustrasi(magnifik)
MENDENGAR anak didiagnosis penyakit jantung bawaan tentu dapat membikin orang tua khawatir. Namun, dugaan bahwa setiap kelainan jantung sejak lahir pasti memerlukan operasi rupanya tidak sepenuhnya benar.
Penanganan penyakit jantung bawaan alias congenital heart disease (CHD) sangat berjuntai pada jenis dan tingkat keparahan kelainannya.
Dikutip dari American Heart Association (AHA), tidak semua pasien dengan penyakit jantung bawaan memerlukan pengobatan. Sebagian cukup menjalani pemeriksaan rutin berbareng master ahli jantung.
Sementara pasien lain mungkin memerlukan obat-obatan, prosedur medis, hingga operasi untuk membantu kegunaan jantung alias menangani komplikasi.
Ada nan Cukup Dipantau
Penyakit jantung bawaan mencakup beragam kelainan struktur jantung nan terbentuk sejak masa perkembangan janin.
Kondisinya dapat berkisar dari ringan hingga berat. Beberapa kelainan apalagi hanya memberikan sedikit pengaruh terhadap aliran darah dan tidak menimbulkan gejala.
Berdasarkan laporan dari National Health Service (NHS), terdapat jenis penyakit jantung bawaan nan dapat dibiarkan tanpa pengobatan.
Contohnya, beberapa kasus lubang pada jantung dapat cukup dipantau secara berkala. Terapi baru diperlukan andaikan kondisi alias gejalanya berkembang.
Karena itu, kapan pengobatan diperlukan? Jawabannya berjuntai pada kondisi masing-masing pasien.
Ada bayi nan memerlukan tindakan segera setelah lahir, tetapi ada pula pasien nan cukup menjalani pemeriksaan rutin hingga dewasa.
Obat Bisa Menjadi Pilihan
Bagi pasien nan memerlukan terapi, obat-obatan dapat menjadi salah satu pilihan. NHS mencatat obat dapat digunakan untuk membantu memperkuat degub jantung, mengurangi penumpukan cairan, memperbaiki aliran darah, alias mengendalikan gangguan irama jantung.
AHA juga menekankan pentingnya pemantauan jangka panjang. Bahkan setelah kelainan ditangani saat tetap anak-anak, perubahan pada jantung dan sistem peredaran darah dapat terjadi seiring bertambahnya usia sehingga sebagian pasien tetap memerlukan pemeriksaan rutin.
Tak Harus Operasi Terbuka
Selain pengobatan, perkembangan teknologi memungkinkan sejumlah kelainan diperbaiki melalui kateterisasi jantung tanpa membuka dada alias jantung.
AHA menjelaskan, master dapat memasukkan selang tipis dan elastis melalui pembuluh darah menuju jantung.
Prosedur ini dapat digunakan untuk menutup lubang tertentu pada jantung, membuka pembuluh darah alias katup nan menyempit, serta menutup pembuluh darah abnormal menggunakan perangkat khusus.
Beberapa tindakan nan dapat dilakukan melalui kateter antara lain balloon valvotomy, angioplasti, dan pemasangan stent. Meski demikian, tidak semua kelainan dapat ditangani dengan metode tersebut.
Operasi Tetap Dibutuhkan pada Kondisi Tertentu
Operasi tetap diperlukan pada beberapa kasus penyakit jantung bawaan nan berat alias tidak dapat ditangani dengan obat maupun kateterisasi.
Dikutip dari NHS, sebagian kelainan memerlukan operasi segera setelah lahir, sementara lainnya baru memerlukan tindakan di kemudian hari.
Karena itu, penanganan ditentukan berasas jenis kelainan, kondisi jantung, gejala, dan respons pasien terhadap terapi.
Orang tua perlu mewaspadai tanda seperti susah menyusu, berat badan susah bertambah, sesak napas, mudah berkeringat, jantung berdebar, alias kulit dan bibir kebiruan.
Dengan pilihan terapi nan semakin beragam, pasien dapat menjalani pemantauan, pengobatan, kateterisasi, maupun operasi sesuai kebutuhannya.
Sumber: American Heart Association (AHA), National Health Service (NHS)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·