Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal melakukan penyesuaian tarif terhadap bus Transjabodetabek. Tak lagi Rp 3.500 ribu, tarif tersebut nantinya menyesuaikan jarak tempuh dan karakter layanan.
Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
"Waktu itu saya juga menyampaikan, enggak mungkin Blok M-Soekarno-Hatta itu Rp3.500 lantaran naik Damri, naik nan lain, itu sudah rata-rata di atas Rp100.000," kata Pramono seperti dikutip dari Antara.
Dia pun menegaskan bakal ada penyesuaian tarif Transjabodetabek dan putusan tersebut segera diumumkan dalam waktu dekat.
Oleh karena itu, pengguna Transjabodetabek diharapkan dapat memahami rencana penyesuaian tarif nan dilakukan dengan mempertimbangkan jarak tempuh serta kualitas jasa nan diberikan.
Meski demikian, pemerintah memastikan tarif nan diputuskan nantinya tetap terjangkau bagi masyarakat dan mendukung peningkatan penggunaan transportasi umum.
"Maka dengan demikian, bakal ada penyesuaian, angkanya bakal segera diputuskan dalam waktu dekat ini," ucap Pramono.
Pemprov DKI berencana membahas tarif rute tersebut ke depannya dengan kisaran Rp 10.000 alias Rp15.000. Namun, Pramono bakal memutuskan tarifnya setelah rute tersebut beraksi selama tiga bulan.
Seperti diketahui, Transjakarta mengoperasikan rute Transjabodetabek baru, ialah rute SH2: Blok M-Bandara Soekarno-Hatta pada 12 Maret 2026.
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·