Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempunyai beragam rencana dalam menggencarkan penggunaan daya terbarukan dalam sektor energi. Beberapa program nan digencarkan untuk diimplementasikan setidaknya pada tahun ini berupa campuran bahan bakar minyak khususnya jenis solar dengan biodiesel 50% (B50), dan jenis bensin dengan bioetanol 5% (E5).
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menargetkan, unik penetapan mandatori E5 dapat dilakukan sebelum akhir tahun ini guna mengejar sasaran bauran nan lebih tinggi di tahun-tahun berikutnya.
"Target kita kan intinya sebelum Desember sudah dimandatorikan dulu 5% lantaran Januari kan ngejar nan 10% gitu. 2028 baru nan Januari 2028 baru 20% gitu," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Jumat (19/6/2026).
Dikejarnya program E5 juga dibarengi dengan kesiapan regulasi, termasuk pembebasan cukai etanol untuk bahan bakar melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Pemerintah juga sudah menyederhanakan proses perizinan pencampuran bahan bakar minyak (BBN) agar para badan upaya dapat bergerak lebih sigap dalam mendistribusikan bensin ramah lingkungan tersebut.
"PMK nan bebas juga sudah keluar. Terus satu lagi Permen nan NSPK (Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria) untuk kelak jika izin-izin hanya perlu IUN gitu lho. KBLI-nya baru," tambahnya.
Terkait pasokan bahan baku, pihaknya menekankan bahwa bioetanol nan digunakan kudu berasal dari produksi dalam negeri. Saat ini, pemerintah terus mengidentifikasi kapabilitas produksi nasional guna memastikan kecukupan volume alokasi nan bakal dicantumkan dalam Keputusan Menteri (Kepmen).
"Mandatori untuk E5 itu oke untuk kelak dikeluarkan Kepmen alokasi volume. Tetapi pengarahan dari beliau adalah kudu lokal," tegasnya.
Nantinya, pemerintah juga bakal melakukan uji jalan (road test) untuk campuran bioetanol nan lebih tinggi hingga 20% alias E20. Kolaborasi dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) bakal segera dilakukan untuk memastikan kesiapan teknologi mesin kendaraan di tanah air.
Namun perlu diketahui, sebelum masuk ke tahap E20 nan ditargetkan pada 2028, pemerintah sekarang memfokuskan penyelesaian tahap penerapan bauran etanol 5% (E5). Eniya menyebut mandatori E5 kudu segera melangkah sebelum Desember tahun ini untuk mengejar sasaran peningkatan bauran menjadi 10% (E10) pada awal tahun 2027 mendatang.
"Nah saya lagi minta asosiasi untuk mari kita sama-sama uji langsung road test E20. Nah itu saya minta tim Gaikindo tuh. Kamu janji ya mari kita secepatnya E20 uji road test-nya," tandasnya.
(ven/arj)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·