APBN-APBD Kini Dikelola 6,7 Juta ASN, BKN Bikin Sistem Latih Kejujuran

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Kepegawaian Negara (BKN) berbareng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) telah meluncurkan sistem e-Learning ASN Berintegritas.

Sistem training untuk membangun kejujuran para aparatur sipil negara (ASN) itu bakal mendukung program BKN pro-karier ASN terbaru, ialah pendampingan kepada 643 lembaga pemerintah, serta terintegrasi dengan platform ASN Digital sebagai sistem beragam pakai BKN berbareng seluruh lembaga pengelola manajemen ASN.

Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, e-Learning ASN Berintegritas sebagai sistem pembelajaran berkepanjangan seluruh ASN dan menjadi bagian dari program pendampingan lembaga bakal mencakup delapan aspek manajemen ASN, termasuk pengembangan kompetensi, budaya kerja, dan penguatan gambaran lembaga nan tidak dapat dipisahkan dari integritas ASN sebagai pelaksana tugas pemerintahan.

Ia menekankan, penguatan integritas ASN merupakan fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan nan profesional. Menurutnya, dengan jumlah ASN nan mencapai sekitar 6,7 juta orang, pembangunan budaya integritas bakal memberikan akibat besar terhadap kualitas penyelenggaraan pemerintahan.

"ASN merupakan pelaksana pengelolaan APBN dan APBD, penyelenggara pelayanan publik, penyusun regulasi, hingga pelaksana pengadaan peralatan dan jasa. Karena itu, integritas kudu menjadi fondasi utama agar risiko-risiko dalam penyelenggaraan pemerintahan dapat diminimalkan," ujar Zudan melalui siaran pers, Jumat (19/6/2026).

Zudan juga membujuk seluruh ASN membangun budaya integritas melalui langkah sederhana nan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. "Mari kita mulai dari perihal sederhana, ialah jangan mengambil peralatan nan bukan milik kita dan jangan mengambil sesuatu nan bukan menjadi kewenangan kita. Jika seluruh ASN memegang prinsip tersebut, maka kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintah bakal semakin kuat," tegasnya.

Ketua KPK Setyo Budiyanto menilai pembelajaran digital menjadi instrumen strategis dalam membangun budaya antikorupsi di lingkungan ASN. Ia menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga kudu diperkuat melalui pendidikan nan berkelanjutan.

"E-learning merupakan instrumen nan sangat kuat sebagai platform pembelajaran integritas. Ke depan, pembelajaran ini diharapkan menjadi bagian krusial dalam pengembangan pekerjaan ASN sehingga budaya integritas betul-betul melekat dalam setiap aparatur," ujar Setyo.

Dalam kesempatan peluncuran sistem e-learning ASN Berintegrasi, Menteri PANRB, Rini Widyantini, menegaskan bahwa integritas ASN kudu dibangun secara konsisten dan menjadi bagian dari pengembangan kompetensi aparatur.

"Hari ini kita bukan sekadar meluncurkan platform digital, tetapi sedang meletakkan fondasi moral bagi masa depan birokrasi Indonesia. Integritas tidak lahir secara instan, melainkan kudu dilatih dan dibangun secara terus-menerus," ujarnya.

Sementara itu, Kepala LAN, Muhammad Taufiq, mengatakan bahwa penguatan integritas merupakan bagian dari transformasi pembelajaran ASN melalui ekosistem Corporate University. Menurutnya, pembelajaran tidak lagi sekadar berorientasi pada sertifikat, tetapi kudu bisa mengubah perilaku dan meningkatkan keahlian ASN.

"Belajar kudu menghasilkan perubahan perilaku. Karena itu, pembelajaran integritas menjadi bagian dari budaya organisasi nan dibangun secara kolaboratif melalui ekosistem pembelajaran digital," ungkapnya.

(arj/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News